Serunya Berkemah



Jauh dari rumah, masak bersama teman, tidur dengan atap langit, ramai-ramai menyalakan api unggun, heboh pentas kesenian hingga renungan malam yang bikin menangis. Itu sederet kegiatan seru di dalam Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Gabungan SD, SMP dan SMK di kwartir Ranting  Sei Beduk. Pramuka memang seru. Sekitar 100-an orang dengan antusias mengikuti Persami 16-17 Februari.

ilustrasi

ilustrasi

Kegiatan diadakan di lapangan SD 005 Tanjungpiayu, dibuka oleh Camat Seibeduk. Kegiatan tahunan ini diadakan dengan cukup meriah dan banyak peserta. Ada puluhan tenda dari berbagai sekolah berdiri di pelataran lapangan SD 005. Setiap kelompok peserta dibimbing gurunya masing-masing,  di antaranya SD IT Al-Amin Salimatar, SDN 004 Sei Beduk,  MTS Batamiyah, SMPN 16 Batam, SMAN 16 Batam, SMK 3 Batam, dan lainnya.

”Kegiatan Persami ini untuk mengikat tali persaudaraan antar sekolah dan melatih kemandirian dan jiwa kepemimpinan dalam setiap peserta Persami ini,” kata Syarfrian Ketua Kwartir Ranting Kecamatan Seibeduk.

Usai pembukaan para siswa diminta berkemas membuat kemah dan mempersiapkan makan siang dengan memasak sendiri sesuai regu masing-masing. Saat itulah mereka ramai-ramai memasak. ”Paling asyik itu bagian masak-memasak. Kelompok kami memasak nasi dan indomie di atas kompor minyak, biasanya di rumah tinggal makan, tapi sekarang harus belajar masak, ya walaupun sederhana,” ucap Della Marta, siswi SDN 005 Seibeduk.

Selama dua hari hampir semua kegiatan menarik diikuti. Mulai dari api unggun pada malam hari dan pentas seni dengan penampilan dari masing-masing perwakilan sekolah.  Ada juga penampilan dance, drama, silat, menyanyi, hingga yel-yel setiap regu. Ada juga pendirian tiang bendera dan simpul-simpul yang dipelajari saat latihan sekali seminggu dipraktikkan di lapangan. Acara juga terasa seru dengan kegiatan games kepemimpinan.

Di antara banyak kegiatan, momen yang paling menggetarkan para siswa adalah saat renungan malam yang diadakan pukul 2 subuh dini hari. Di tengah dingin dan gelapnya malam, pemimpin renungan malam mulai menceritakan dan mengingatkan peserta tentang perjuangan orang tua yang membesarkan mereka. Hingga akhirnya banyak peserta yang tersentuh hatinya dan akhirnya menangis. (debby/xpresi)



Komentar Pembaca

komentar