Bintan Luncurkan Kartu Bintan Sejahtera



Kartu Bintan Sejahtera (KBS) yang ditujukan untuk masyarakat miskin di Kabupaten Bintan resmi diluncurkan di Kijang, Bintan Timur, Kamis (3/1). Dalam launching tersebut diserahkan secara simbolis kepada beberapa warga penerima KBS oleh Bupati Bintan Ansar Ahmad.

Bupati Bintan Ansar Ahmad menyerahkan secara simbolik Kartu Bintan Sejahtera (KBS) kepada sejumlah warga miskin di Monumen Relief Antam Kijang, Bintan Timur, Kamis (3/1).  |   Foto: M Noor Kanwa/Batam Pos

Bupati Bintan Ansar Ahmad menyerahkan secara simbolik Kartu Bintan Sejahtera (KBS) kepada sejumlah warga miskin di Monumen Relief Antam Kijang, Bintan Timur, Kamis (3/1). | Foto: M Noor Kanwa/Batam Pos

Dalam sambutannya Ansar mengatakan bahwa KBS ini akan diberikan kepada sebanyak 9300 keluarga miskin di Bintan. KBS merupakan kartu bantuan dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Dengan pemberian KBS maka Pemkab Bintan akan semakin mudah mengontrol dan memonitoring jumlah keluarga kurang mampu di Bintan.

“Kemiskinan di Bintan semakin menurun mulai tahun 2005 sebesar 17.096 jiwa turun menjadi 9300 jiwa pada tahun 2011,” kata Ansar. Alokasi anggaran untuk pengentasan kemisikinanpun dikatakannya semakin diperbesar yaitu Rp615,6 miliar dari 60 persen dana APBD, 15 persen dari dana sharing dengan Pemprov Kepri, 20 persen APBN dan 5 persen dari DKTM perusahaan di Bintan.

Selain itu ia juga mengatakan, selama ini masyarakat banyak mengalami kesulitan dengan birokrasi yang berbelit-beklit dalam pembuatan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), dimana harus mengurus dari tingkat RT hingga kelurahan.

“Maka sekarang melalui KBS masyarakat sudah tidak lagi perlu mengurus SKTM. KBS merupakan kartu pengganti SKTM yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu agar lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ungkap Ansar.

Dengan diterbitkannya KBS ini masyarakat kurang mampu akan memdapat bantuan pakaian sekolah gratis, buku gratis, LKS (Lembar Kerja Siswa) gratis hingga pembayaran BP3 secara gratis. Selain itu juga masyarakat dapat berobat secara gratis di rumah sakit milik pemerintah tak hanya di Bintan saja namun hingga diluar Bintan seperti Rumah Sakit Otorita Batam, Rumah Sakit Darmais dan Cipto di Jakarta.

Dalam bidang pendidikan sendiri, dijelaskan Ansar masyarakat dapat langsung memanfaatkan anggaran pendidikan secara otomatis. Melalui KBS ini, Pemkab Bintan menjamin LKS siswa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat karena dibeli dengan harga yang cukup tinggi, kini dapat menjadi gratis.

KBS sendiri terbagi menjadi dua warna, yaitu biru dan kuning. Biru diberikan kepada masyarakat yang sudah memiliki Jamkesmas, sehingga selain Jamkesmas masyarakat dapat menikmati bantuan di bidang pendidikan. Sedangkan KBS berwarna kuning untuk masyarakat yang belum sama sekali memiliki Jamkesda sehingga KBS dapat berguna sebagai kartu kesehatan dan pendidikan sekaligus.

Selain pendidikan, bagi anak usia sekolah atau pelajar KBS dapat digunakan untuk bermain di waterpark di Tanjungpinang dengan potongan harga sebesar 50 persen, karena ada kerja sama Areca Waterpakr.

Dengan berlakunya KBS ini, Ansar mengatakan bahwa SKTM resmi tidak diberlakukan lagi di Bintan. Ia juga menghimbau kepada masyarakat kurang mampu yang belum memiliki atau terdaftar sebagai penerima KBS, dapat mengajukannya kembali dan akan segera diverifikasi.

Gubernur Kepri HM Sani yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan KBS perlu dievaluasi agar benar-benar diutamakan untuk masyarakat yang kurang mampu. Ia menerangkan bahwa KBS ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian Pemkab Bintan terhadap masyarakatnya.

“Pemkab Bintan telah benar-benar memberdayakan masyarakat, meningkatkan kreativitas dan inovasinya melalui kerja keras dan usaha pemberian KBS,” kata Sani. Dikatakan Sani, kepedulian dalam pengentasan kemiskinan juga dilakukan oleh pemprov dengan menganggarkan dana pada tahun 2011 sebesar Rp165 miliar, tahun 2012 sebesar Rp180 miliar dan tahun 2013 sebesar Rp185 miliar.

Sani meminta kepada Pemkab Bintan agar selalu mengevaluasi dan memberikan KBS ini kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (kwa)



Komentar Pembaca

komentar