Warga Bangun Kios Liar di Gerbang Pemko Batam



Ratusan pengunjukrasa yang tergabung dalam Forum Warga Simpang Kara, Batam Centre menggelar demonstrasi di Depan Pemko Batam, siang ini(3/6). Mereka menuntut Pemko Batam segera membongkar puluhan kios yang ada di pinggir jalan raya di sepanjang jalan Simpang Kara.

Demo-Warga-KaraRatusan warga menyesalkan sikap Pemko Batam yang terkesan membiarkan pembangunan kios liar di Batam. Nur Rohim, koordinator aksi mengatakan Petugas Satpol PP sudah memberikan tiga kali surat peringatan kepada pemilik kios, namun tidak ditanggapi.

“Kenapa Pemko tidak berani membongkar kios itu, padahal sudah jelas melanggar aturan. Pemko juga sudam memberikan surat peringatan,” kata Nur Rohim.

Sebagai bentuk kekesalan kepada Pemko Batam, para pendemo ini sempat membangun kios di depan gerbang pintu masuk Pemko Batam. Ini sebagai bentuk kekecewaan, karena Pemko seolah membenarkan adanya bangunan liar di jalan raya.

Nur Rohim, mengatakan banyaknya bangunan kios liar di sana sangat mengganggu aktifitas warga di sekitar Simpang Kara. Tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan karena jalan raya yang semakin menyempit.

“Itu jalan raya milik semua orang, bukan milik mereka pedagang kios yang berjualan di jalan badan raya. Tetapi sudah tahu salah kenapa masih tetap dibiarkan,” katanya.

Selain Surat Peringatan dari Satpol PP, pembongkaran kios itu sebelumnya sudah direkomendasikan oleh Wakil Wali Kota Rudi SE juga sudah berjanji akan melakukan pembongkaran. Selain itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar awal Mei lalu, komisi III DPRD Kota Batam juga merekomendasikan agar kios tersebut dilakukan pembongkaran.

“Kalau Pemko tidak mau bongkar, maka kami yang akan membongkarnya, hari ini juga,” teriak seorang pendemo.

Kasatpol PP Hendri mengatakan pembongkaran itu belum dilakukan karena masih berusaha mencari jalan terbaik untuk pembongkaran tersebut. Ia mengatakan dalam pembongkaran tersebut, Satpol PP menolak pembongkaran secara sporadis yang akan berakibat kepada kericuhan.

“Kami hanya tidak ingin adanya kericuhan. Kita bukan tidak berani membongkar, tetapi bagaimana agar proses pembongkaran tersebut bisa berjalan baik tanpa adanya bentrokan,” katanya. (ian)



Komentar Pembaca

komentar