Adu Kambing, Dua Pengendara Motor Tewas di Tanjunguncang



Kecalakaan lalulintas memakan korban jiwa kembali terjadi di jalan Brigjen Katamso Tanjunguncang, Batuaji. dinihari (6/6) dinih hari sekitar pukul 02.00 WIB, Hasan Nurdin Napitupulu, 24 warga Bengkong Indah, dan Mardapot Sihotang, 28 warga Puskopkar Batuaji meregang nyawa di jalan raya depan pintu gerbang Kawasan industri Bintang Tanjunguncang. Kedua korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega BP 5314 HP dan Yamaha Jupiter BP 4649 GQ tabrakan adu kambing di lokasi kejadian.

Tidak ada yang melihat pasti tabrakan itu, namun saksi warga yang di lokasi usai kejadian dan polisi lalulintas Polresta Barelang menuturkan kalau tabrakan itu diduga kuat karena dua korban berkendara dalam keadaan terpengaru minuman keras. Kedua korban tidak mengenakan helm pengaman sehingga saat tabrakan kepala keduanya terbentuk di aspal jalan.

“Datang lihat mereka sudah terkapar bersimbah darah, motor keduanyapun hancur,” ujar Petrus yang ada di lokasi kejadian malam kejadian.

Tabrakan itu terjadi karena salah satu dari kedua korban hendak berbelok arah di putaran u Turn depan kawasan Bintang industri. Namun polisi tak bisa pastikan siapa yang melaju dari arah Tanjunguncang dan siapa yang berbelok arah sehingga terjadi laga kambing itu. Dari hasil olah TKP korban Mardapotan diketahui mengendara motor Vega BP 5314 HP dan Hasan Nurdin mengendarai motor Jupiter BP 4649 GQ. Menurut polisi dari dari mulut keduanya tercium bauh alkohol.

“Kuat dugaan keduanya mabuk, karena bauh alkohol saat olah TKP,” kata salah seorang anggota polisi lantas. Korban mengalami luka serius di bagian tubuh dan kepala masing-masing.

Kedua korban akhirnya di bawa ke RSUD Embung Fatimah Batam menunggu kedatangan keluarganya.

Kanit lantas Polsek Batuaji Iptu Asril membenarkan kecelakaan maut itu, namun demikian kejadian itu sudah ditangani polisi.

“Iya memang ada kecelakaan semalam, tapi sudah ditangani lantas Polresta Barelang,” kata Asril.

Dengan kejadian itu, Asril menghimbau kepada pengendara pada umumnya agar mematuhi aturan lalulintas. Kenakan sabuk pengaman, patuhi rambu-rambu lalulintas, tidak berkendara dalam keadaan mabuk dan aturan lainnya.

“Ini kelihatan sepele, tapi risikonya berat kalau di langgar. Jangan melengkapi kelengkapan lalulintas karena takut polisi, tapi harus menyadari keselamatan jiwa pribadi saat berkendaraan,” kata Asril. (eja)



Komentar Pembaca

komentar