Buruh Mogok sebab Dilarang Berserikat



 
Sebanyak 300 karyawan PT Siemens Hearing Instruments Batam di Jalan Beringin Lot 12 Batamindo, Mukakuning kembali melakukan aksi mogok kerja terkait beberapa tuntutan karyawan yang belum terpenuhi oleh pihak manajemen, Senin (9/10) pagi.

Aksi ratusan karyawan ini merupakan kali kedua setelah aksi mogok pertama di lakukan tanggal 9 September lalu. Aksi mogok kerja ini merupakan luapan kekecewaan karyawan yang merasa di diskriminasikan oleh manajemen.

Manajemen PT Siemens mengultimatum dan melarang karyawan agar tidak bergabung dengan serikat pekerja. Jika karyawan tetap bergabung dengan serikat makan manajemen mengancam akan mencabut sejumlah fasilitas tambahan karyawan.

Tujuh fasilitas akan dicabut yakni Funday, BBQ, Ulangtahun, bonus per enam bulan sekali, bonus per tahun dua kali, sembako dan family day.

Kenapa sampai karyawan bersikeras agar mereka bergabung dalam serikat? Dessy ketua PUK PT Siemens menjelaskan, selama ini banyak persoalan kesejahteraan karyawan di dalam perusahaan yang diabaikan oleh pihak manajemen, sehingga karyawan PT Siemens perlu mendapatkan payung perlindungan dari serikat pekerja yang ada.

Namun keinginan itu malah ditentang oleh manajemen, sehingga karyawan melakukan aksi mogok. Aksi mogok pertama manajemen sudah sepakat dengan tuntutan karyawan itu sehingga aktivitas produksi kembali normal.

“Namun belakangan ternyata kesepakatan itu dikangkangi manajemen yang tetap melarang kamiĀ  bergabung dengan serikat sehingga kami sepakat mogok lagi,” kata Dessy.

Jika manajemen tidak mau memenuhi tuntutan itu maka akasi mogok kerja ini akan berlanjut hingga tiga bulan ke depan. (eja)



Komentar Pembaca

komentar