Didemo Warga, BP Batam Akhirnya Cabut Izin Prinsip PT Cahaya Dinamika Harum Abadi



BATAM (BP) – BP Batam akhirnya mencabut izin prinsip (IP) PT Cahaya Dinamika Harum Abadi (CDHA) yang hendak mengelola Kampung Tua Tanjunguma.

Pencabutan IP PT CDHA diputuskan setelah ribuan warga kampung tua Tanjunguma demo sejak pagi sampai malam di DPRD, kantor Pemko dan kantor BP Batam, Senin (7/10). Demo diwarnai kericuhan dan pembakaran fasilitas kantor BP Batam.

Demo-Uma2batam”Kami sangat senang dengan pencabutan izin ini. Akhirnya perjuangan kami didengarkan juga,” kata Haji Raja Harum, yang mengkoordinir warga untuk aksi, Senin malam di kantor BP Batam.

“Tuntutan warga sudah dikabulkan. Terkait pagar itu, saya sendiri yang akan mengurusnya. Satpol PP akan saya minta untuk merobohkannya kalau tidak saya sendiri yang akan merobohkannya,” kata Rudi, Wakil Wali Kota Batam.

Kepala BP Batam Mustofa Widjaja tidak mau berkomentar di hadapan ribuan pendemo. Tetapi sebelumnya, Direktur PTSP dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan bahwa lahan tersebut dialokasikan BP Batam kepada PT Cahaya Dinamika Harum Abadi sejak 2003 lalu.

“Itu dialokasikan 2003 lalu, sebelum diatur kampung tua di Batam,” katanya. Terkait aksi demonstrasi tersebut, Djoko tidak mau berkomentar. “Kita tunggu keputusan dari pimpinan saja,” katanya. (ian)

Haji Harum mengatakan, warga menggelar demo karena kecewa kampung tua yang sudah lama mereka tempati akan dijadikan lahan komersil. Mereka juga meminta BP Batam ke depannya, tidak lagi mengalokasikan lahan seluas 108 hektare tersebut ke developer atau ke perusahaan lainnya.

“Kami sudah ada di Batam sebelum terbentuk BP Batam. Jadi kampung tua kami jangan dijual ke orang lain. Kami jangan dikorbankan,” katanya.
Sebelum tuntutan mereka dipenuhi, aksi demonstrasi ribuan warga Tanjunguma ini berlangsung ricuh di kantor BP Batam. Komputer, meja dan sejumlah fasiltas lainnya yang ada di ruang penjagaan kantor BP Batam dirusak dan dibakar pendemo. Pagar dan lampu taman sekeliling BP Batam juga hancur. Kericuhan reda ketika Kepala BP Batam Mustofa Widjaja mengabulkan permohonan pendemo.

Demontrasi ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Sebelum mereka ke BP Batam, ribuan warga ini terlebih dahulu berorasi di depan kantor Walikota Batam dan DPRD Kota Batam. Setengah jam kemudian, pendemo bergerak menuju BP Batam. (ian)



Komentar Pembaca

komentar