Warga Segel Kantor Pengembang Perumahan Nusa Batam



 
Ratusan warga perumahan Nusa Batam Sagulung menyegel kantor pemasaran PT Pelangi Nusa Batam selaku pengembang perumahan tempat tinggal mereka. Warga tak terima lantaran beban UWTO (uang wajib tahunan otorita) perumahan Nusa Batam yang harus dibayar tahun 2015 mendatang dibebankan kepada konsumen.

Menurut Buha Wanto Hutasoit koordinator aksi warga, seharusnya pembayaran UWTO perumahan itu tanggung jawab pihak pengembang. Pasalnya, warga menempati rumah itu dibawah 10 tahun, lamanya. Sementara pembayaran UWTO per 30 tahun. Warga merasa tertipu dengan status pembayaran UWTO itu.

“Ada sekitar 700 kepala keluarga yang menjadi konsumen perumahan ini. Warga menolak membayar UWTO yang seharusnya tanggung jawab pihak pengembang,” ujar Buha.

Warga yang sudah menempati rumah itu baik yang sudah lunas maupun yang masih KPR, belakangan diwajibkan membayar UWTO tahun 2015 mendatang. Itu karena batas akhir pembayaran UWTO lahan perumahan itu akan segera berakhir di tahun 2015 mendatang, dan pengembang akan membebankan biaya UWTO itu kepada konsumen. Padahal sesuai perjanjian awal dan aturan perumahan pada umumnya, bahwa pembayaran UWTO minimal konsumen sudah menempati rumah itu 30 tahun.

Dimulai Selasa pagi tadi (8/10), warga menyegel kantor pemasaran perumahhan Nusa Batam dan melakukan aksi unjuk rasa ke Bank Mandiri.

Ratusan warga perumahan Nusa Batam itu lalu menggelar demonstrasi di depan BP Batam. Mereka mengaku kecewa karena diharuskan membayar UWTO padahal mereka baru dua tahun tinggal di perumahan tersebut.

Mereka lalu pindah demo ke DPRD Batam. (eja/ian)



Komentar Pembaca

komentar