Upah Tukang dan Material Bangunan di Batam Kemahalan



‪Biaya membangun gedung di Batam ternyata lebih mahal dibanding di daerah Jawa. Hal ini dikarenakan biaya material bangunan di Batam lebih mahal di banding di daerah lain. Selain tingkat upah pekerja bangunan juga lebih besar dari sejumlah daerah di Batam.

Kepala Badan Litbang PU, Kementerian Pekerjaan Umum RI Graita Sutadi di Harmoni One, Rabu (8/5)lalu mengatakan material bangunan yang digunakan untuk bangunan di Batam sebagian besar diimpor dari luar negeri. Meski ada materialnya dari lokal, biaya pengangkutannya sangat mahal.

“Biaya untuk mendapatkan material itu yang mahal. Karena jika ada pun material yang dihasilkan perusahaan lokal, perusahaan itu akan fokus untuk menjualnya ke Singapura karena harganya yang lebih mahal,” Katanya.

Meski demikian, menurut Graita masih ada daerah-daerah yang pembangunan gedungnya membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Menurutnya, untuk saat ini daerah yang pembangunannya paling mahal adalah di daerah Papua.

“Kalau di Papua saat ini harga satu zak semen saja sampai jutaan. Karena untuk mendapatkan semen itu harus diangkut melalui udara,” Katanya.

Menurut Graita pengaruh perbedaan harga pembangunan gedung di Batam dan di daerah lainnya adalah belum adanya analisis  harga satuan yang sah. Tetapi dengan adanya Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang baru, ia berharap akan lebih mudah menghitung pembangunan salah satu gedung.

“Kami masih menemukan, adanya satuan harga yang semestinya harus dihapuskan. Misalnya harga pasir yang masih satuan gerobak. Padahal ini sudah tidak efektif lagi,” Kata Graita.

Ia mengatakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) sudah menjadi produk hukum melalui surat edaran Menteri PU no 02 tahun 2013. Analisis Harga Satuan Pekerjaan ini kemungkinan akan ditingkatkan menjadi Permen PU.

“Dalam AHSG ini diatur semua satuan-satuan untuk konstruksi bangunan di Indonesia. Kita berharap ini segera diberlakukan di Batam,” Kata Graita. (ian)



Komentar Pembaca

komentar