Awal Ramadhan 2013 Berpotensi Ganda



ilustrasi

ilustrasi

Penetapan Awal bulan Ramadhan itu dikhawatirkan berpotensi ganda. Kemungkinan bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim itu akan dimulai pada 9 dan 10 Juni mendatang. Hal inilah yang disampaikan Hasanudin selaku Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat dalam acara kegiatan sosialisasi BMKG kepada media massa di Harmoni One, Rabu (12/6).

Menurut Hasanudin, potensi ganda tersebut disebabkan, karena adanya kriteria hitungan bersama (ijtima’). DalamĀ  menghitung masuknya bulan baru. Ijtima’ dihitung dimana posisi bulan, bumi dan matahari berada dalam posisi satu bidang (sejajar).

Tambah dia, pada perhitungan Ijtima’ dapat dilakukan dengan perhitungan bulan islam ataupun melihat keadaan bulan. Potensi ganda menetukan awal itu disebabkan karena pada tanggal 8 Juni, tepatnya sebelum magrib, posisi bulan belum tampak dan masih kurang 36 menit atau setengah derajad. Namun, untuk tanggal 9 Juni posisi bulan itu sudah terlihat sebelum magrib.

“Pada tanggal 8 itu posisi bulan belum bisa dilihat, walaupun dari seluruh wilayah di Indonesia,” kata Hasanudin.

Posisi bulan yang belum tampak itu, belum bisa dilakukan puasa, karena belum masuk bulan baru (Ramadhan). Jadi kekurangan setengah derajad tersebut atau 36 menit itu berpotensi menyebabkan dua persepsi masyarakat tentang menetukan hari awal bulan suci Ramadhan.

“Semuanya tergantung keyakinan kita, kita mau mulai tanggal 9 atau 10 semuanya tergantung keyakinan dan kepercayaan kita,” ujar Hasanudin. (cr1).



Komentar Pembaca

komentar