Nelayan Pauh Sandera Kapal Keruk Pasir Ilegal



Nelayan Desa Pauh, Kecamatan Moro menyandera kapal MV Heng Hong nomor 199 Gt 3.638 di perairan Belukar, Pulau Panjang, Pauh, Moro, Jumat (12/7) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapal berbendera Bolivia yang dinakhodai Leng Heping ini, diduga melakukan kegiatan pengerukan dan pengangkutan pasir laut secara ilegal di perairan Belukar.

Kapal ini hanya mengantongi surat keterangan sea trial atau uji coba pelayaran dari perairan Batu Ampar ke perairan Sekupang, Kabil, Nongsa, Sagulung di Batam dan sekitarnya pulang pergi (PP).

Izin percobaan berlayar (sea trial) mulai hari Senin (8/7) hingga Rabu (10/7) berdasarkan permohonan perusahaan PT Pelayaran Jasa Maritim Wawasan Nusantara tertanggal 8 Juli 2013 yang diterbitkan Kepala Kantor Pelabuhan Batam yang ditandatangani Jon Kenedi MMar Eng MM.

Kapolsek Moro, AKP Ramlan Chalid yang dihubungi batampos.co.id, Sabtu (13/7) membenarkan adanya sebuah kapal berbendera Bolavia itu ditangkap nelayan asal Desa Pauh. Penyanderaan yang dilakukan 60 nelayan asal Pauh ini, saat melihat kapal tersebut melakukan kegiatan pengerukan pasir laut di perairan Belukar, Pulau Panjang, Pauh.

“Mendengar laporan penangkapan kapal pengisap pasir laut ilegal itu, tak ayal lagi saya dan anggota langsung bergegas turun ke lokasi kejadian perkara (TKP). Setibanya di TKP, salah seorang pemandu kapal keruk pasir laut bernama Maksi, 50 warga Meral, Karimun, sudah dibawa massa ke Desa Pauh. Sementara nakhoda kapal bersama 18 orang ABK masih berada di atas kapal yang disandera nelayan,” papar Ramlan Chalid.

Yang jelas, sambung Ramlan lagi, kapal tanker MV. Heng Hong bendera Boliva yang dinakhodai oleh Leng Heping warga Negara China itu tidak mengantungi izin resmi untuk melakukan kegiatan pengerukan pasir di perairan Belukar, Pulau Panjang, Desa Pauh, Moro.

“Kapalnya tidak ada izin melakukan pengerukan pasir laut,” tegas Ramlan. (pst)



Komentar Pembaca

komentar