Polisi Karimun Tangkap Kurir dan Pengedar Sabu-sabu



ANGGOTA polisi dari Satuan Narkoba Polres Karimun menangkap dua pemuda yang diduga terlibat dalam kasus narkotika jenis sabu sabu (SS). Keduanya merupakan kurir dan juga pengdar yang ditangkap di dua tempat berbeda, yakni Tanjungbalai Karimun dan Batam pada Kamis (13/6) lalu

Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Fajar menyebutkan, penangkapan terhadap kurir dan pengedar berawal dari informasi yang didapat anggota bahwa ada pemuda yang membawa yang datang dari Batam membawa narkoba ke Tanjungbalai Karimun.

“Informasi ini kami tindaklanjuti dan akhirnya setelah menuju ke salah satu hotel di di kawasan Taman Bunga Tanjungbalai Karimun menemukan serorang pemuda di kamar 128 yang diketahui berinsial Sp alias Dy, 37 sedang menunggu seseorang. Saat itu di atas televisi kamar ada satu kotak rokok yang di dalamnya terdapat 3 paket SS dengan berat 14,31 gram,’’ ujarnya.

Saat itu juga, Sp ditangkap dan dijadikan tersangka. Kemudian, anggota melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang mengaku hanya diminta untuk membawa SS tersebut dan menunggu di hotel nanti ada yang mengambilnya. Pengakuan tersangka bahwa barang itu di dapat dari seorang rekannya di Batam dan hanya disuruh membawa.

“Setelah kami kembangkan, anggota bersama tersangka berangkat ke Batam pada hari itu dan berhasil menangkap pengedar SS berinsial Jc alias Ak, 35 yang menitipkan SS sebanyak 14,31 gram kepada tersangka Sp,” kata Fajar.

Dia menambahakna, penangkapan terhadap Jc dilakukan di rumahnya Tanjungteritip, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Batam. Dari tangan Jc polisi menyita barang bukti berupa SS di dalam kotak rokok sebanyak tiga paket dengan berat sekitar 6 gram.

Dikatakannya, total barang bukti yang berhasil disita dari kedua tersangka sekitar 20,31 gram dengan nilai sekitar Rp 20 jutaan. Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 132 ayat 1 jo pasal 114 ayat 2 jo pasal 115 ayat 2 jo pasal 2 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 4 tahun pidana penjara.

Sementara itu, Jc secara terpisah mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pria di sekitar Simpang Jam, Batam dengan harga Rp 5 juta.

“Saya tidak begitu kenal dengan orang yang menjual SS kepada saya, karena belum lama kenal. Dan, memang saya akui jika SS yang ada di tangan Sp merupakan miliknya yang dititipkan untuk diberikan kepada seseorang,” alasan Jc yang terkesan menutupi. (san)



Komentar Pembaca

komentar