Polwiltabes Surabaya, Jawa Timur bekerja sama dengan Polresta Barelang menggerebek sebuah Rumah Toko (ruko) di Kawasan Baloi. Ruko tersebut diduga dijadikan tempat para pelaku sindikat perdagangan manusia (trafiking).

Lima orang wanita yang diduga korban berhasil diamankan dalam penggerebekan ini. Dua orang berasal dari Medan, satu orang asal Bandung, dua asal Surabaya. Kelima wanita tersebut masih di bawah umur.

Praktek ilegal itu diketahui berkat kaburnya salah satu korban, Yn, 17, ke kampung halamannya di Surabaya beberapa waktu lalu.

”Korban atas nama Yn setelah kabur langsung melapor ke keluarganya. Selanjutnya diteruskan membuat laporan ke kantor polisi setempat,” ujar Kasat Reskrim Kompol Didik Efrianto di Mapolresta Barelang, kemarin (14/1) sore.

Tidak hanya Yn yang membuat laporan perdagangan sindikat perdagangan manusia ini. Ada dua laporan masuk ke Polwiltabes Surabaya. Para korban ditampung di salah satu ruko kawasan Baloi, di sana mereka ditampung untuk sementara, lalu sebagian dipekerjaan di salah satu tempat hiburan malam di Batamcenter.

Selain kelima korban, wanita yang disebut mami gendut (tukang masak) juga turut diamankan ke Polresta Barelang untuk diperiksa bersama kelima korban. Kelima korban diperiksa di unit empat. Mereka sebagian sudah satu bulanan dipekerjakan di tempat hiburan tersebut. Sementara bos sindikat perdagangan manusia ini kabur ke luar negeri. Sekarang masih kita lidik dan kita kejar bekerja sama dengan Polwiltabes Surabaya, sebut Didik.

Tim dari Polwiltabes Surabaya yang datang ini dipimpin oleh Iptu Wilma dan perwakilan pemerintah Surabaya bagian perlindungan perempuan. (ali/eja)

Respon Anda?

komentar