Geng Motor Serang Polisi

515
Pesona Indonesia

 

foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

 

Seratusan anggota Polresta Barelang dikerahkan untuk merazia lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat nongkrong para remaja yang terlibat balapan liar maupun geng motor, Minggu (1/2) dini hari. Namun bukannya takut, anggota geng motor malah nekat balik menyerang polisi.

Ini terjadi saat polisi yang berpatroli dengan motor secara berkelompok mengejar sekelompok anak muda yang melintas di Seipanas, yang rata-rata telah mengganti knalpot standarnya dengan knalpot racing yang memekakkan telinga.

Begitu hendak disergap, beberapa anggota geng malah mengeluarkan pisau dan mengancam anggota polisi. “Tersangka yang mengancam dan hendak menusuk anggota saya sudah kita amankan dan kita tindak lanjuti,” ujar Kasat Sabhara Kompol Ferry Aprizon, usai razia.

 

foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

Menurut Afrizon, penyergapan terhadap anggota geng motor yang hendak melukai anggotanya itu terjadi di depan Gereja Simalungun, Seipanas. Dalam razia yang dipimpin langsung Wakapolresta Barelang AKBP Dwi Suryo Cahyono, Kasat Reskrim Kompol Didik Erfianto, dan sejumlah perwira Polresta Barelang itu berhasil mengamankan 14 anggota geng motor bersama 12 sepeda motor yang rata-rata telah dimodifikasi.

Kompol Didik Erfianto mengatakan, razia dimulai dari pukul 00.30 Wib di depan Vihara Seipanas Batamcentre hingga pukul 03.00 Wib dini hari. “Targetnya adalah anggota geng motor, jambret dan penjahat lainnya,” ujar mantan Kasubnit Jatanras Polwiltabes Surabaya ini.

 

foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

Razia dilakukan secara acak yakni di depan Jalan Raya Arsikon, Batamcentre, depan jalan raya Komplek Raflesia, Simpang Gelael, depan jalan raya simpang Bank BNI, Seipanas, Komplek Ruko Mie Tarempa, Seipanas, depan jalan raya Edukit, Batamcentre dan di Jalan Laksama Bintan depan Gereja Simalungun, Seipanas.

Sedangkan Kompol Ferry Aprizon mengungkapkan anggota geng motor yang diamankan polisi adalah mereka yang tidak memiliki kartu identitas diri, motor yang digunakan tanpa spion, tanpa plat polisi, dan tidak menggunakan helm.

“Geng motor ini tidak takut pada polisi. Sudah dikejar menggunakan motor pembasmi premanisme tetap saja melarikan diri. Begitu lari geng motor ini polisi mengejar dan memberi tembakan peringatan tetap saja berupaya lari,” ujar Ferry Aprizon.

Anak Pejabat Terlibat

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Sukri Fahrial, mengatakan anak pejabat serta anak aparat disinyalir menjadi anggota geng motor. “Kami sudah memberikan masukan kepada Kapolda selaku rekanan Komisi I untuk memberantas dan menumpas geng motor. Karena hal ini sudah masuk dalam tahap meresahkan dan mengkhawatirkan,” ujar politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, kemarin.

Sukri mengatakan, keberadaan geng motor membuat masyarakat cemas. “Menurut Kapolda, geng motor menjadi perhatian khusus, prioritas. Pihaknya sudah memerintahkan Kapolres serta jajarannya untuk menindak aksi kriminal geng motor,” kata Sukri Fahrial.

Baik itu pelajar maupun anak di bawah umur, bila terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Kapolda berkomitmen untuk menindak tegas, tanpa pandang bulu,” ungkap mantan anggota DPRD Kota Batam ini.

Sukri mengatakan, pihaknya tidak melarang anak muda yang berorganisasi melalui perkumpulan kendaraan. “Kalau melakukan hal positif kita dukung. Tapi kalau mengarah ke kriminal harus ditindak, baik itu pelajar, anak di bawah umur maupun anak pejabat,” katanya. Terkait aksi balapan liar, sukri menyebutnya bukan geng motor. “Harus dibedakan antara geng motor dan kebut-kebutan,” katanya lagi.

Ia mengharapkan pemerintah memberikan perhatian khusus, membuat arena balapan. Sehingga hobi mereka tersalurkan, tanpa mengganggu maupun bahaya para pengguna jalan. “Ada sarana untuk mereka,” ucapnya.

Kapolda Kepri, Brigjen Pol Arman Depari, menyatakan tidak akan pandang bulu dalam menindak aksi kriminal geng motor. Meskipun hal tersebut dilakukan anak dibawah umur ataupun pelajar. “Tidak berarti pelajar tak boleh ditindak,” kata jenderal bintang satu ini.

Menurut Arman Depari, hukum harus ditegakkan untuk melindungi masyarakat yang lebih luas. Bila melakukan pelanggaran, meskipun Pelajar lanjur Arman akan dikenakan sanksi pindana biasa.  “Kita takkan pilih-pilih. Tak ada keistimewaan setiap warga negara sama di depan hukum,” ungkap Arman Depari.

Dalam kesempatan itu Arman menjelaskan, Polda Kepri serta jajarannya hingga tingkat Polres dan Polsek terus melakukan perang melwan aksi kejahatan. Termasuk kejahatan yang dilakukan oleh geng motor.  “Banyak yang kami tangkapin. Semuanya kita tindak, bagi pelajar ada unsur edakasinya,” kata Arman Depari. (hadi/dalil)

Respon Anda?

komentar