MUI Batam Dukung Larangan Minimarket Jual Minuman Beralkohol

590
Pesona Indonesia

KEMENTERIAN Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol. Peraturan itu muncul untuk merevisi Permendag nomor 20 tahun 2014 tentang hal serupa.

Satu pasal yang direvisi dalam peraturan tersebut adalah pasal 14. Di dalam Permendag lama disebutkan bahwa yang bisa menjual bir adalah pengecer yang terdiri dari minimarket, supermarket, hipermarket, dan pengecer lainnya.

Sementara di Permendag baru, kata minimarket dan pengecer lainnya dihilangkan. Artinya, minimarket dan pengecer lainnya dilarang menjual minuman beralkohol meski dengan kandungan yang lebih kecil.

Di Batam, hampir semua minimarket menjual produk-produk minuman beralkohol. Kebanyakan yang memiliki kandungan alkohol di bawah lima persen.

Seperti misalnya, produk Carlsberg, Iceland Vodka, Mixmax, Guinnes, atau pun Bali Hai Draft Beer.

Minuman-minuman itu dapat dengan mudah ditemui. Mereka memajangnya di rak dekat pintu masuk. Beberapa lainnya, menata minuman tersebut di dalam lemari berpendingin.

Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam Usman Ahmad menilai, keputusan Mendag melarang penjualan minuman beralkohol tersebut sudah tepat. Pasalnya, berapapun alkohol yang terkandung dalam sebuah minuman, minuman tersebut pasti akan memabukkan.

“Itu keputusan yang bagus. MUI sepenuhnya mendukung,” kata Usman Ahmad.

Menurut Usman, minuman yang memabukkan berpotensi menciptakan keberanian yang tidak pada tempatnya. Seperti, keberanian untuk menghabisi nyawa orang lainnya.

Usman lantas mencontohkan kasus pembunuhan serta kecelakaan lalu lintas yang pelakunya berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Orang yang mabuk terus bawa mobil dan nabrak itu kasusnya banyak sekali terjadi,” katanya.

Batam, menurut Usman, tidak perlu takut untuk menerapkan aturan tersebut. Sebab, ini menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

Apabila, penjualan tersebut terus dilakukan, hal ini justru akan dijadikan ajang bagi anak muda untuk mengonsumsi minuman beralkohol.

“Kalau dibiarkan, anak-anak muda dan masyarakat yang mengoplos minuman itu malah semakin menjadi,” tuturnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar