Suplai Air ATB Ngadat, Warga Pilih Mandi Pakai Air Galon

228
Pesona Indonesia

SUPLAI air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke sejumlah perumahan warga masih terus mati, terutama pada pagi dan sore hari. Bahkan, mati air ini bukan sebentar. Durasinya bisa sampai tiga jam. Ini membuat warga kesulitan untuk mandi dan menggunakan air di jam tersebut. Padahal tidak semua warga yang memiliki bak penampungan air, ada juga warga yang mengandalkan shower untuk mandi.

”Sudah ada dua minggu sering mati air ini. Penampungan ada di rumah, tetapi kalau kita lupa untuk menampung di malam hari, paginya tidak akan bisa mandi saat mau kerja,” kata Rona, warga Batuaji.

Rona mengatakan, dalam sehari air mati minimal dua jam. Di pagi hari dan sore hari kerap mati air. Ini membuat aktivitas dengan menggunakan air sangat terganggu. Pulang kerja di sore hari, jika hendak mandi terkadang air sudah tidak ada. Padahal tidak ada yang menampung air di rumah.

”Anak saya baru satu, masih umur dua tahun. Bagaimana dia bisa menampung air, sedangkan saya kerja. Anak saya titip ke saudara. Makanya air ini jadi masalah,” ujarnya.

Warga di Bengkong Abadi juga mengeluhkan kerapnya mati air di pagi hari dan sore hari. Ia mengatakan bahwa mati air ini sudah rutin dalam beberapa minggu terkahir. Ia kecewa kepada ATB yang tidak memberikan solusi yang bagus untuk mengatasi hal tersebut.

”Penampungan ada, tetapi tidak mungkin, kita selalu terus ingat untuk menampung,” kata Dewi, warga Bengkong Abadi.

Keluhan lainnya juga disampaikan Lisbet, warga Baloi Indah. Sejak Sabtu malam, dan Minggu sore, air mati di kawasan tersebut. ” Terpaksa, semua hal yang berhubungan dengan air, seperti mandi, toilet dan masak beli air galon. Tidak ada pemberitahuan air ngadat dari ATB. Mungkin karena musim kemarau, suplai air jadi sedikit, kurang tahu juga,” ujarnya.

Corporate Communication Manager PT ATB, Enrico Moreno Ginting mengatakan bahwa seringnya air mati dikarenakan pada pagi dan sore hari merupakan jam pemakaian puncak. Meski demikian, solusi untuk mengatasi hal ini masih terus dipikirkan pihak ATB. Menurutnya, langkah yang harus diambil pelanggan saat ini adalah dengan membuat penampungan air. Ia menjelaskan bahwa setiap bulan, rata-rata satu rumah tangga menghabiskan air sekitar 20 meter kubik.

”Idealnya, untuk mengatasi hal ini adalah dengan menyiapkan tempat penampungan. Dari dulu memang seperti itu. Kalau hanya dua jam saja mati, kan bisa ditampung saat airnya sudah hidup,” jelasnya.

Apa ada rencana ATB mengganti dan memperbesar pipa? Moreno mengatakan dalam waktu dekat pihaknya belum merencanakan untuk penggantian pipa tersebut. Tetapi menurutnya, ATB setiap tahun melakukan penggantian pipa tetapi tidak merata dan hanya dilakukan di tempat-tempat tertentu.

”Jadi kita prioritaskan di mana yang sudah sangat mendesak dan dibutuhkan penggantian pipa, tetapi itu harus direncanakan matang. Sama seperti pelebaran jalan, kan di mana yang paling macet di sana yang dibuat langkah pelebaran. Seperti di Simpang Kabil, tunggu sangat macet baru dibuat bahu jalan itu,” terangnya.

Moreno juga menegaskan bahwa hal ini sama sekali tidak berhubungan dengan kenaikan tarif ATB. Menurutnya, ATB sama sekali tidak merencanakan akan adanya kenaikan tarif air. (ian/cha)

Respon Anda?

komentar