Maling Gasak Brankas Perusahaan Properti, Rp650 Juta Lesap

232
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Kantor pengembang dan kontraktor PT Prima Mitra Batam di Graha Petra, Jalan Sriwijaya Pelita nomor 1 dibobol maling, Senin (2/1) dini hari. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu, menggasak sebuah brankas berisi Rp 650 juta, masing-masing uang tunai sekitar Rp 150 juta serta cek senilai Rp 500 juta.

Polisi dari unit identifikasi Polresta Barelang Bripka Zul Heri memeriksa atau mengidentifikasi sidik jari pelaku pembobolan kantor kontraktor di Pelita, Lubuk Baja, Senin (2/2). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Polisi dari unit identifikasi Polresta Barelang Bripka Zul Heri memeriksa atau mengidentifikasi sidik jari pelaku pembobolan kantor kontraktor di Pelita, Lubuk Baja, Senin (2/2).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

PT Prima Mitra Batam adalah kontraktor pembangunan Hotel Aston Batam. Kasus ini kini ditangani pihak berwajib.
Salah seorang karyawan perusahaan itu, mengatakan pelaku masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah membobol sejumlah pintu. Karena ditemukan ada bekas congkelan di pintu samping gedung berlantai tiga itu.

”Brankasnya sudah tak ada lagi. Sepertinya maling mengangkut menggunakan mobil,” kata karyawan wanita yang enggan menyebut namanya itu.
Kasus ini baru diketahui sekitar pukul 07.00 WIB saat karyawan masuk kerja. Mereka kaget melihat brankas berisi uang itu tidak berada lagi di tempatnya. Manajemen perusahaan pun langsung melaporkannya ke Polsek Lubukbaja.

Ada sejumlah perusahaan yang beroperasi di Graha Petra, tapi yang dibobol hanya kantor PT Prima Mitra Batam. Selain itu, gedung tersebut juga dilengkapi fasilitas kamera CCTv, namun informasi dari kepolisian CCTV tak berfungsi.

”Kalau ada sekuriti pasti ketahuan. Sebab, pelaku diduga melakukan aksinya secara terang-terangan. Namun, karena tidak ada yang jaga makanya para pelaku lolos,” ujar salah seorang polisi.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Dewa Nyoman Agung mengatakan, dari laporan sementara total kerugian yang diketahui adalah uang tunai sekitar Rp 150 juta. ”Sementara itu saja, tapi bisa lebih bisa kurang karena masih selidiki kerugian,” kata Dewa.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan baik dari karyawan perusahaan maupun anggota buser Polsek Lubukbaja, selain uang sekitar Rp 150 juta, dalam brangkas tersebut juga ada dokumen-dokumen perusahaan dan cek yang nilainya sekitar Rp 500 juta. Jadi, bila ditotal kerugian diperkirakan sekitar Rp 650 juta.

Mengenai aksi pembobolan itu sendiri, lanjut Dewa, diduga pelaku lebih dari satu orang dan masuk dengan merusak pintu samping gedung. ”Hasil olah TKP diketahui masuk dengan cara merusak pintu samping. Pastinya kami lagi selidiki,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara memang diakui pengamanan di lokasi perusahaan itu minim. Selain tak memilik petugas keamanan malam dan pagar, gedung itu juga minim CCTV.

Sementara pihak manajemen saat dikonfirmasi enggan memberi komentar dan mereka mengaku sedang sibuk. ”Ke polisi saja ya tanyanya,” ujar salah satu karyawan di lokasi kejadian. (ian)

 

Respon Anda?

komentar