Silaturahmi LAM Batam Dengan Konsulat Singapura: Siap Kembangkan Pendidikan dan Budaya Melayu Antar Negara Serumpun

492
Pesona Indonesia

LEMBAGA Adat Melayu (LAM) mengadakan pertemuan dengan Pemerintahan Singapura yang diwakili Konsulat Republik Singapura, Gavin Chay di Batam, Selasa (3/2). Dalam pertemuan itu, mereka bersepakat mengembangkan kerjasama pendidikan dan kebudayaan melayu di dua kawasan ini.

Konsulat Singapura Untuk Batam Gavin Chay (kanan) berjalan bersama Humas LAM Batam, Datuk Amat Tantoso (tengah) dan PLT Ketua Harian LAM Batam Datuk Said Indra (depan), saat kunjungan silaturahmi ke Gedung LAM Batam, Selasa (3/2).  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Konsulat Singapura Untuk Batam Gavin Chay (kanan) berjalan bersama Humas LAM Batam, Datuk Amat Tantoso (tengah) dan PLT Ketua Harian LAM Batam Datuk Said Indra (depan), saat kunjungan silaturahmi ke Gedung LAM Batam, Selasa (3/2).
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

“Ini menjadi pertemuan pertama dengan Lembaga Adat Melayu Batam setelah setahun lebih bertugas sebagai konsuler di Batam. Mengenai pengembangan kerjasama kebudayaan Melayu, Silakan LAM sampaikan, saya dengan terbuka akan menyampaikannya juga ke Persatuan Melayu Kebangsaan Singapura,” ujar Gavin Chay dalam pertemuannya di Gedung LAM Batam Centre.

Gavin mengatakan, saat ini dari 5,2 juta penduduk Singapura, dua juta diantaranya merupakan warga negara asing permanent residen, sedangkan sisanya 3,2 juta, 15 persen diantaranya adalah rumpun Melayu yang juga serumpun dengan Melayu Indonesia.

“Singapura takkan bisa lepas dari peradaban Melayu. Bahasa Kebangsaan dan National Anthem kita berbahasa Melayu. Bahkan, Bahasa Melayu pun masih menjadi kurikulum wajib di berbagai sekolah, meski pun bahasa pengantar kita sekarang adalah Bahasa Inggris, sebagai bahasa pemersatu internasional beragam etnis yang mendiami negeri Singapura,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Singapura merupakan negara yang mempunyai empat rumpun resmi yaitu Melayu, India, Tionghoa dan Eurasian. Mempunyai empat bahasa, Melayu, Inggris, Mandarin dan bahasa etnik India Selatan. Sebagai pemersatu dari multi etnis dan bahasa itu, dijadikanlah bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. “Jadi semua rumpun dalam dunia pendidikan Singapura, wajib berbahasa Inggris, tanpa melupakan bahasa Melayu juga,” jelasnya.

Lantas bagaimana Singapura menyatu dengan diaspora Melayu saat ini? Sebagai bagian dari Melayu, inilah yang membuat LAM Batam, dengan difasilitasi Humas LAM Batam Datuk Amat Tantoso mengadakan pertemuan untuk mengadakan silaturahmi budaya dengan pengurus Malay Heritage Center melalui perwakilan konsuler negara tersebut.

“Sebagai rumpun yang paling dekat dengan Singapura, dengan memegang amanah Tak kan Putus Air Dicincang, demikianlah hubungan Melayu di Kepri, khususnya Batam dengan warga Melayu Singapura. Ini yang akan kami bina ke depan lewat jalinan silaturahmi ini,” ujar Amat Tantoso didampingi Ketua Pelaksana Harian LAM Batam, Said Indra.

Ke depan, kerjasama ini akan melibatkan pertukaran kebudayaan antar pemuda melayu dua negara dalam hal pendidikan dan pelestarian budaya Melayu. “Semoga lewat jalinan kerjasama ini, hubungan dua rumpun dan juga hubungan dua negara berjalan dengan baik. Keberadaan Singapura dan Batam di Indonesia di wilayah ASEAN itu sangat penting,” ujar Said Indra.

Pertemuan ini juga dihadiri pengurus LAM Batam, seperti Sekretaris Umum Amsakar Ahmad, Koordinator Penelitian dan Pengkajian Budaya Adat Istiadat Melayu Raja Muhamad Zein, Wakil Ketua Timbalan H Majelan, dan juga Humas LAM Batam Datuk Amat Tantoso dan Firdaus. “Kami juga berkeinginan, setiap ada hajatan kebudayaan Melayu, LAM siap memfasilitasi pakaian adat Melayu khusus buat konsulat Singapura,” ujar Amat. (cha)

Respon Anda?

komentar