Tersangka Korupsi Bandara Hang Nadim Diserahkan ke Pengadilan Tipikor

361
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Direktur PT Mandala Darma Prida, Idit Mujijat Tulkin, tersangka korupsi pengadaan fasilitas listrik (lampu runway) Bandara Hang Nadim Batam akan segera disidang. Sebab, tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam segera melimpahkan berkas tersangka ke Pengadilan tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Tanjungpinang.

”Berkas sudah lengkap. Rencana Kamis depan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor,” kata Kasi Pidsus Kejari Batam, Tengku Firdaus, kemarin.

Menurut dia, Kamis depan merupakan sidang terdakwa Hendro Harijono (mantan Kepala Bandara Hang Nadim Batam) dan Waluyo (Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)). Karena itu, pihaknya memilih hari Kamis untuk menyerahkan berkas Idit ke Pengadilan Tipikor.
”Agar tak ribet kita serahkan hari Kamis. Apalagi dia akan menjadi saksi untuk dua terdakwa lainnya,” ujar Firdaus.

Dilanjutkanya, saat dilimpahkan, status tahanan Idit akan menjadi tanggung jawab Pengadilan Tipikor dan akan ditahan di Rutan Tanjungpinang. Dalam surat dakwaan yang akan dilimpahkan Idit dijerat pasal 2 dan 3 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 65 ayat 2 KUHP udang-undang korupsi Nomor 28 tahun 1999. Atas dakwaan itu, Idit terancam pidana 4 tahun penjara.

”Ada dua dakwaan untuk tersangka, primer dan subsider tentang undang-undang korupsi,” jelasnya.

Sementara untuk tersangka Agus Mulyana masih berstatus DPO. Ia juga tak mengelak jika pencarian Agus terkendala karena tak ada foto dan nomor yang bisa dihubungi. ”Kita tak punya foto tersangka. Namun kita akan tetap cari keberadaan tersangka,” sebutnya.

Ketika ditanya tentang status rencana penetapan tersangka baru, Firdaus masih enggan berkomentar. ”Belum sampai kesana, kita masih fokus untuk tersangka Idit dan dua terdakwa lainnya,” ucapnya.

Kasus dugaan korupsi pengadaan lampu runway dan genset Bandara Hang Nadim ini mulai mendapat sorotan pada akhir 2013 lalu. Kejaksaan menduga ada beberapa penempatan pos anggaran yang tidak sesuai untuk pengadaan genset dan lampu runway yang menelan anggaran belasan miliar rupiah itu.

Bulan Mei lalu Hendro Harijono dan Waluyo di tetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena dianggap paling bertanggung jawab terhadap pengadaan fasilitas bandara tahun 2012. Saat itu, keduanya bertugas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Modus yang dilakukan tersangka dugaan korupsi Bandara Hang Nadim dalam memperkaya diri. Yakni pengadaan genset dan lampu runway tidak sesuai dengan spesifikasi serta terindikasi mark-up harga. Kini mereka telah disidang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Satu bulan setelah penahanan Hendro dan Waluyo, Kejaksaan kembali menetapkan dua tersangka baru, yakni Direktur CV Indihiang, Agus Mulyana dan Idit Mujijat Tulkin, Direktur PT Mandala Darma Prida. Namun Agus melarikan dan hingga kini masih berstatus DPO.Idit Diserahkan ke Pengadilan Tipikor. (she)

Respon Anda?

komentar