Anggota Geng Motor yang Bawa Senjata Tajam Terancam 10 Tahun Penjara

501
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Penyidik Polsek Nongsa menahan dua anggota geng motor Bocah Berutal Nekat (Bobernex) Ar, 16, dan Ju,16. Keduanya kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Dalam tas selempang milik Ju ditemukan sembilan panah, ketapel, serta ladam. Sementara Ar membawa pisau.

 

foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

 
Senjata tajam tersebut diduga digunakan untuk aksi kejahatan. “Keduanya dikenakan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara setingginya sepuluh tahun,” ujar  Kapolsek Nongsa, Kompol Arthur Sitindaon, Selasa (3/2).

Sedangkan anggota geng motor Bobernex lainnya diwajibkan lapor kepada pihak kepolisian. “Kami pulangkan ke orangtuanya, setelah membuat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya,” katanya. Kapolsek mengatakan, terkait penangkapan anggota geng motor, pihaknya sudah memanggil orang tua agar bertanggung jawab dalam mengawasi pergaulan anak.

Sebelumnya, Polsek Nongsa mengamankan 16 anggota Bobernex di wilayah Batu Besar, Nongsa ketika sedang berpesta minuman keras sambil mendengarkan musik keras-keras, Minggu (1/2) dinihari. Anggota geng motor yang diamankan di antaranya J,18, A,15, W,13, Al,13, G,17, Ra,16, T,19, I,16, Ar,16, Ju,16, Sa,17, Jn,17, Am,15, Ag,16, Ap,15, dan E,15.

Menurut Arthur, keberadaan Bobernex sudah diincar petugas, karena meresahkan masyarakat Batu Besar, Nongsa. Sering membuat keributam serta pertikaian antarkelompok. “Hingga kami menemukan persembunyian mereka di dekat pencucian mobil di Batu besar,” beber Arthur. Dari 16 orang yang diamankan, sembilan di antaranya menjadi anggota Bobernex. “Tujuh orang belum masuk organisasi, baru mau direkrut,” ungkap Arthur.

Ar dan Ju langsung dietapkan sebagai tersangka, karena ketangkap tangan membawa sajam. Ju masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMK di Batam, sedangkan Ar putus sekolah.

Respon Anda?

komentar