Pak Jaksa dan Pak Hakim, Tolong Saya

242
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Hassanudin, tersangka kasus pengedar sabu di daerah Bengkong meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Batam. Pria berusia 34 tahun ini mengaku tengah menderita hepatitis dan jantung.

Selasa (3/2), Hassanudin dan Irwanto terdakwa lainnya dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan atas kepemilikan 90 gram sabu. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp 2 miliar subsider 5 bulan kurungan. ”Keduanya terbukti bersalah melanggar pasal 112 UU RI no 35 tahun 2009. Menjatuhi hukuman pidana 13 tahun,” kata Wawan.

Mendengar tuntutan itu, keduanya lantas mengajukan permohonan. Hassanudin misalnya meminta keringanan kepada majelis hakim. Alasanya, ia punya penyakit hepatitis akut dan jantung, yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawanya. Tak hanya itu, pria bertubuh tinggi ini juga mengaku menyesal dan masih punya tanggungan keluarga.

”Pak Jaksa dan Pak Hakim, tolong saya. Saya menyesal. Sekarang saya tak bisa berbuat apa-apa karena sakit ini. Saya mohon keringanan hukuman,” kata Hassanudin.

Hal senada juga dikatakan Irwanto yang sehari-hari bekerja sebagai supir taksi. ”Saya masih punya tanggungan keluarga dan sayalah tulang pungung keluarga. Istri saya tak bekerja, jadi tolong beri keringanan hukuman saya Pak Hakim,” jelasnya.

Mendengar pembelaan terdakwa, majelis hakim yang dipimpin Budiman didampingi hakim Arif Hakim dan Syahrial langsung melakukan musyawarah di meja sidang. Budiman mengaku harus segera memvonis kedua terdakwa terutama Hassanudin mengingat penyakit yang diderita terdakwa.

”Putusan harus cepat-cepat saya baca karena kamu (Hassanudin) masih tanggungan saya. Takutnya kalau tak sekarang, kamu bisa lewat karena penyakit yang diderita. Jadi kami putuskan membawa putusan kalian hari ini (kemarin, red),” kata Budiman.
Budiman juga mengakui jika majelis hakim telah menerima surat dari Rutan yang menerangkan Hassanudin tengah menderita penyakit hepatitis dan jantung. Penyakit tersebut telah cukup parah dan membuat terdakwa Hassanudin sulit dihadirkan ke persidangan karena sakitnya sering kambuh.

”Mengingat perbuatan yang kalian lakukan dan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti, maka kami majelis hakim menyatakan kedua terdakwa bersalah. Menjatuhi hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider 5 bulan,” jelas Budiman.
Dilanjutkanya, hukuman yang ia jatuhi kepada para terdakwa sudah dikurangi. ”Putusan itu, kalian berdua berhak menerima, mengajukan banding atau pikir-pikir,” sebut Budiman. (she)

Respon Anda?

komentar