Penjual Ikan Pemilik 5,1 Gram Sabu itu Dihukum 7,5 Tahun Penjara.

169
Pesona Indonesia

HIAP Siang, penjual ikan di kawasan Penuin terus menangis di Pengadilan Negeri Batam Rabu (4/2) saat majelis hakim akan menjatuhinya hukuman karena membawa 5,1 gram.

Tadi, sebelum majelis hakim membacakan putusan, Hiap Siang mengajukan pembelaan. Ia meminta keringanan hukuman atas tuntutan tinggi jaksa selama 12 tahun penjara.

“Saya minta keringanan hukuman pak hakim. Saya mengaku bersalah, tapi tuntutan 12 tahun terlalu tinggi untuk saya,” ujar Hiap Siang memohon keringanan hukuman.

Menurut dia, ia nekat menjadi penjual sabu karena tuntutan biaya. Dimana ia pernah jadi korban tabrak lari yang mengakibatkan pendarahan di kepala. Tabrakan itu membuatnya harus menjalani operasi dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Namun karena hanya berprofesi sebagai penjual ikan, Hiap Siang mencari jalan lain untuk memperoleh uang. Ia memutuskan untuk menjual sabu.

“Saya akui salah pak, cuma saya hanya menjual kecil-kecil. Saya butuh biaya untuk operasi. Saya hanya orang susah yang butuh biaya,” terang Hiap Siang.

Usai mendengar pembelaan terdakwa, majelis hakim yang dipimpin hakim Cahyono didampingi Nenny dan Alfian langsung membacakan putusan. Dalam surat putusan, majelis hakim mengaku sependapat dengan jaksa penuntut umum yang menyatakan Hiap Siang bersalah.

Tapi sebelum memutuskan perkara, ia dan hakim lainnya telah mempertimbangkan hukuman. Dimana hukuman 12 tahun penjara terlalu tinggi untuk Hiap Siang yang hanya memiliki 5,1 gram sabu.

“Menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 112 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menjatuhkan pidana 7,5 tahun penjara. Memerintahkan terdakwa membayar denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara,” terang majelis hakim.

Mendengar vonis 7,5 tahun, Hiap Siang kembali menangis. Ia kembali memohon untuk diringankan hukuman. “Saya mohon pak hakim, saya mohon kurangi hukuman saya. Saya mohon pak hakim,” timpal Hiap Siang.

Namun hakim Cahyono menyarankan agar terdakwa melakukan banding jika tak terima dengan hukuman. “Saya sudah kurangi hukuman anda. Jika tak terima silahkan banding,” sebut Cahyono sembari menutup sidang. (she)

Respon Anda?

komentar