Ruang Laboratorium SMK 5 Pengap, Pak Wakil Walikota Minta Sarana Pendidikan Dibenahi

165
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Wakil Wali Kota Batam, Rudi menyambangi SMK 5 Batam di Kelurahan Seipelunggut, Sagulung di sela-sela kesibukannya menghadiri musayawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kecamatan Sagulung, Selasa (3/2).

Dalam kunjungan dadakan ini, Rudi melihat jalannya pendidikan dan proses belajar mengajar di SMK 5 yang bergerak di bidang perkapalan. Namun, ada beberapa hal yang diperhatikan Rudi, khususnya fasilitas dan sarana prasana sekolah yang menunjang jalannya pendidikan yang harus dibenahi.

”Pendingin ruangan sebaiknya ditambah, karena ruangan laboratorium ini pengap, kasihan anak-anak belajar seperti ini. Jika nanti ada bantuan dana tambahkan saja lantainya ke atas, dibuat 3 lantai, nanti kita tinjau kembali,” kata Rudi saat berbincang dengan guru dan siswa di sekolah tersebut.

Pada kesempatan itu, para siswa juga bercerita tentang keterbatasan fasilitas yang menghambat proses belajar di sekolah mereka. ”Kami masih kekurangan kelas, kadang kami belajar di lantai karena kelas tidak cukup,” ujar salah satu siswa.

Menurut Rudi, anak-anak tersebut adalah aset bangsa, khususnya aset daerah untuk pembangunan Batam ke depannya. Sehingga, kebutuhan belajar generasi penerus bangsa harus diperhatikan demi mencetak lulusan yang unggul di masa mendatang.
”Karena masa depan pembangunan bangsa dan daerah ini nantinya akan diteruskan oleh mereka generasi-generasi penerus, bagaimana kita bisa menuntut hasil pendidikan yang baik jika sarana dan prasana serta proses belajar mengajar masih belum dibenahi,” kata Rudi.

Selain masalah pendidikan, Rudi juga menyoroti mengenai kesejahteraan masyarakat miskin yang menjadi prioritas utamanya selama menjabat Wakil Wali Kota Batam. Dia mengimbau segenap organisasi masyarakat mulai dari tingkat RT/RW untuk aktif mendata masyarakat di daerah masing-masing yang berhak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Mengingat kondisi masyarakat yang selalu berubah ubah, maka pengecekan data masyarakat miskin juga perlu dilakukan kembali dengan harapan masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. (rna)

Respon Anda?

komentar