Batam Jadi Lokasi Riset HIV/AIDS

516
Pesona Indonesia

BATAM (BP) –  Pusat Penelitian Kesehatan (PPK) Universitas Indonesia (UI) mengadakan diskusi kelompok terbatas (focus group discussion – fgd) di aula Hang Nadim Gedung Wali Kota Batam, Rabu (4/2). Diskusi ini bertujuan untuk menampung usulan atau model integrasi program HIV ke dalam Jaminan Kesehatan Nasional.

“Kami ingin mengevaluasi bersama-sama. Apakah pelayanan yang selama ini berjalan itu sudah optimal atau belum,” kata Hendri Hartati, Peneliti PPK UI.

Diskusi ini dihadiri oleh 27 orang. Mereka berasal dari lintas sektoral. Mulai dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada masalah HIV/AIDS – seperti, Yayasan Lintas Nusa, Yayasan Embun Pelangi, dan Yayasan Gaya Batam, dinas pemerintahan terkait tingkat kota Batam dan Provinsi Kepri, serta tenaga medis dari Puskesmas Batuaji dan Lubukbaja, RSUD Embung Fatimah, RS Budi Kemuliaan, dan RS Elizabeth.
Para peserta tersebut kemudian dibagi dalam dua kelompok. Yakni, kelompok yang selama ini berkecimpung dengan program pencegahan HIV/AIDS dan kelompok yang berfokus pada perawatan, dukungan, dan pengobatan HIV/AIDS.

“Kami mempertemukan pandangan-pandangan dari, yang istilahnya, setiap hari bergelut dengan dunia HIV/AIDS. Yang di dalam sini ini pejabat-pejabat penting yang tahu betul masalah HIV/AIDS,” ujarnya lagi.

Diskusi ini nantinya akan mengungkap masalah-masalah terkait HIV/AIDS yang selama ini menghadang sekaligus menghasilkan wacana baru dan pilihan-pilihan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Hendri mengatakan, diskusi ini bukan hanya berlangsung di Batam. Tetapi juga di tiga kota lainnya di Indonesia.  Yakni, di Jakarta, Bandung, dan Denpasar.

Batam terpilih menjadi satu tujuan kota penyelenggara diskusi karena Batam Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan yang tergolong sangat peduli pada masalah HIV/AIDS. Mereka tetap bergerak meski mengalami keterbatasan dana.

Selain itu, Batam juga sangat potensial untuk melakukan riset. Batam merupakan daerah perbatasan. Penyebaran HIV/AIDS-nya sangat mungkin cepat terjadi.

“Makanya, harus terus dipantau supaya jumlah penderitanya tidak meledak,” ujarnya.

Kepala Sekretariat KPA Batam Pieter P Pureklolong menyambut baik inisiatif PPK UI mengadakan riset penelitian di Batam. Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan wacana baru terkait penanganan kesehatan HIV/AIDS.

“Selama ini kan, 70 persen pendanaan untuk perawatan atau penanggulangan masalah HIV/AIDS itu datang dari donor asing. Nah, di bulan Juni 2014 lalu sudah ada yang ditarik. Negara yang akan mengambil alih. Nah, bentuknya seperti apa itulah yang akan dikaji dari sini,” katanya. (ceu)

Respon Anda?

komentar