Dari 1050 Napi di Lapar Barelang, 63 Persen Terjerat Kasus Narkoba

295
Pesona Indonesia

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Kepulauan Riau mengadakan penyuluhan Hidup Bebas Tanpa Narkoba kepada seluruh warga binaan di Lapas Barelang kelas II A Barelang, Kamis (5/2) kemarin.

 

Kasi Binadik Lapas Kelas 2A Barelang, Lutfianto Maulana bersama Wakil Ketua Kadin kepri Bidang Keuangan dan Perdagangan, Paulus Amat Tantoso menjadi pembicara di Penyuluhan Bebas Narkoba bersama BNNP Kepri, Kamis (5/2). Foto: Chahaya/Batam Pos
Kasi Binadik Lapas Kelas 2A Barelang, Lutfianto Maulana bersama Wakil Ketua Kadin kepri Bidang Keuangan dan Perdagangan, Paulus Amat Tantoso menjadi pembicara di Penyuluhan Bebas Narkoba bersama BNNP Kepri, Kamis (5/2).
Foto: Chahaya/Batam Pos

Kalapas Barelang, Farhan Hidayat mengatakan, warga binaan penting mendapatkan penyuluhan seperti ini, khususnya bagi napi dengan kasus narkoba, supaya nanti saat mereka kembali ke masyarakat, mereka tak terjerumus ke dalam hal yang sama lagi.

“Jangan terjerumus ke kasus serupa. Narkoba itu musuh bersama, musuh generasi penerus. Apalagi kami disini juga sedang menggalakkan pekan anti narkoba,” ujarnya.

Turut menjadi pembicara dalam penyuluhan tersebut yaitu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri Ali Chozin, pengusaha yang juga calon ketua Kadin Batam Paulus Amat Tantoso, dan juga Kepala Lapas Barelang Farhan Hidayat.

Diikuti lebih dari 200-an napi, dalam pemaparannya, Amat Tantoso mengatakan narkoba adalah musuh bersama. “Bukan cuma wacana saja, tapi narkoba merusak berbagai sendi kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Ia pun mengisahkan, pernah menjadi penghuni Lapas Barelang sejak 2005. “Tapi puji Tuhan, di penjara, hati saya dibukakan. Dari Lapas ini saya berjanji, tidak akan menyentuhnya lagi sampai kapan pun. Saya berharap Anda semua pun demikian, jangan jatuh ke lubang yang sama lagi,” ungkapnya.

Ia pun mengajak para napi untuk berkarya menjadi pribadi yang baik. “Saya berencana mengadakan kerjasama dengan Lapas Barelang dengan memberdayakan para napi bekerja laundry untuk hotel yang tengah saya bangun,” ungkapnya.

Ditengah kesibukannya sebagai pengusaha yang seharusnya berada di China saat ini, Amat pun menyempatkan diri secara sukarela mau menerima undangan menjadi salah satu pembicara di penyuluhan tersebut. “Ini sudah menjadi tugas rutin saya kepada rekan sesama alumni Lapas. Ingin memperkenalkan S3, yaitu Sadar, Sabar dan Syukur. Jangan terjerumus lagi. Tunjukkan, kalian harus mampu bangkit dan berkarya menjadi lebih baik lagi, dengan doa tentunya,” ungkapnya.

Pemaparan yang disertai pemutaran video kesaksian mengenai pertobatan dari bahaya narkoba yang merusak keluarga tersebut pun disambut meriah seluruh para napi dan para pegawai Lapas. “Penting juga diketahui, saat ini Presiden sangat concern dengan pemberantasan narkoba. Sekali para napi terjerumus lagi, tamatlah sudah. Hukum makin berat bagi kasus narkoba,” kata Amat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kepri Ali Chozin dalam kesempatan itu juga mengatakan peredaran dan mengkonsumsi narkoba di Lapas lebih berbahaya. “Mengkonsumsi dan berhubungan dengan narkoba itu sangat merugikan. Kita semua tahu itu. Mari hidup tanpa narkoba,” ungkapnya.

Kasi Binadik Lapas Barelang, Lutfianto Maulana mengatakan dari 1.050 penghuni Lapas Barelang saat ini, 660 napi diantaranya adalah narapidana dengan kasus penyalahgunaan narkoba.

” Dari 1.050 napi yang kami bina disini, 63 persen penghuninya adalah mereka yang terkena kasus narkoba. Jadi penyuluhan ini sangat penting sekali diadakan disini. Kami sudah sering juga menerima kunjungan penyuluhan dari para rohaniwan,” ujar Lutfi ketika ditemui usai penyuluhan di lapangan Lapas. (cha)

Respon Anda?

komentar