Wanita Tua Diseret 15 Meter Gara-gara Ongkos Taksi

726
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Sri Banun, warga Perumahan Bukit Raya, Batamcenter menjadi korban kekerasan sopir taksi BP 1928 ZU di parkiran Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (4/2)  sekitar pukul 16.00 WIB. Wanita paruh baya itu mengalami luka serius di bagian kening dan luka lebam di sekujur tubuhnya akibat diseret taksi warna kuning sejauh 15 meteran.

Sribanun, korban pemerasan (tengah) usai membuat laporan kriminal dan penganiayaan oleh supir taksi di Mapolresta Barelang, Rabu (4/2). Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos
Sribanun, korban pemerasan (tengah) usai membuat laporan kriminal dan penganiayaan oleh supir taksi di Mapolresta Barelang, Rabu (4/2).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Sahat Marulitua, sopir taksi yang tinggal di Bidaayu, Seibeduk itu, pun akhirnya dibekuk jajaran Polsek Bandara di Sekupang.

Sri saat mendatangi Mapolresta Barelang tampak pucat. Di keningnya terbalut perban karena luka robek. Kening Sri mendapat tiga jahitan. Wanita tua ini meringis kesakitan karena luka lebam di bagian tubuh yang lain. ”Badan saya bengkak semua karena diseret taksi itu sekitar 15 meter,” tutur Sri.

Menurut cerita Sri, kejadian itu bermula dari niatnya yang hendak pergi ke rumah anaknya di Perumahan Bukit Raya, Batamcenter. ”Saya baru turun dari kapal dari Medan mau ke (Perumahan) Bukit Raya,” tuturnya.

Saat berada di Pelabuhan Beton Sekupang, Sri bersama satu rekan wanita lain yang dikenal di kapal jalan bersama. Wanita yang lebih muda dari Sri itu hendak menuju ke Bandara Hang Nadim. Keduanya lalu didekati seorang pria calo taksi di pelabuhan. Kepada Sri dan rekannya, pria tersebut menyetujui kalau tarif masing-masing Rp 80 ribu termasuk sampai ke bandara.

”Setelah itu, dia bawa kami ke taksi itu, tapi sopirnya kok orang lain,” kata Sri lagi.

Sementara itu, tanpa banyak tanya, Sahat si sopir taksi langsung tancap gas. Sri dan teman barunya diam saja karena pikirnya sudah ada kesepakatan harga taksi.

Sri tidak hanya berdua dengan teman kenalannya di kapal. Pasalnya, saat keluar dari portal, seorang penumpang yang juga wanita tujuan Bengkong juga diangkut Sahat.

Sahat pun melaju ke bandara, namun lebih dahulu mengantar wanita yang hendak mengejar pesawat. Sampai di bandara, Sri terkejut karena Sahat meminta tarif taksi Rp 150 ribu kepadanya. ”Saya pun protes, karena kesepakatan Rp 80 ribu. Tapi dia (Sahat) tak mau tahu. Katanya tarif kota Rp 150 ribu,” jelasnya lagi.

Sri dan Sahat bertengkar mempertahankan harga tarif taksi tersebut. ”Karena dia ngotot terus saya kasih tambah Rp 50 ribu. Jadi saya sudah bayar Rp 130 tapi dia tetap nggak mau. Saya minta dia turunin saja di bandara, tapi dia malah mau pergi bawa barang saya yang ada di dalam taksi,” terangnya

Melihat barangnya dibawa kabur, Sri mencoba pertahankan hingga akhirnya dia terseret sejauh 15 meter bersama mobil tersebut. Kepalanya terluka dan lebam-lebam di sekujur tubuh. Sahat berhasil lolos dengan membawa barang Sri. Selanjutnya Sri melapor ke petugas keamanan bandara.

Sementara penumpang yang naik dari setelah keluar portal di Pelabuhan Beton Sekupang tujuan Bengkong, akhirnya juga memilih turun di bandara.

Polsek Bandara yang dikomandoi AKP Tommy Palayukan, langsung mengejar taksi tersebut ke Sekupang. Sahat berhasil dibekuk di Sekupang bersama mobil taksinya.

Di Mapolresta Barelang, Sahat mengelak kalau dia menyeret Sri. Menurutnya, Sri terjatuh sendiri saat dia hendak parkir kendaraannya. Mengenai tarif taksi, Sahat mengaku memang tarif normal Rp 150 ribu dan dia tak tahu kalau penumpangnya sepakat dengan calo Rp 80 ribu.

”Itu kan hak saya, saya minta dia malah tarik minta tolong, saya jadi tambah bingung, makanya saya kabur,” ujar Sahat.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin membenarkan kejadian itu. Saat ini anggotanya masih mendalami kasus tersebut. (eja)

Respon Anda?

komentar