Awas Gagal UN Karena Pensil, Pensil Palsu Tak Bisa Dibaca Komputer

368
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Berhati-hatilah saat membeli pensil 2B yang biasanya digunakan untuk mengisi kolom jawaban Ujian Nasional (UN). Pasalnya, ada sejumlah pensil yang tidak bisa dibaca oleh komputer.

Public Relations Faber Castle, Andri Kurniawan menunjukkan pensil 2B Faber Castle model terbaru saat berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos, Kamis (4/2).  Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos
Public Relations Faber Castle, Andri Kurniawan menunjukkan pensil 2B Faber Castle model terbaru saat berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos, Kamis (4/2).
Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos

Humas Faber Castle, Andri Kurniawan mengatakan pihaknya telah menemukan pensil palsu yang mencatut produk Faber Castle dan pensil dengan bahan yang tidak bagus, sehingga merugikan pelajar yang mengikuti ujian.

”Di daerah Jawa dan Riau, kami menemukan produk palsu berupa pensil 2B dengan penampilan dan nama mirip Faber Castle orisinil,” jelas Andri saat berkunjung ke kantor Redaksi, Kamis (5/2).

Dari data yang dikumpulkan pihak Faber Castle mengenai dampak negatif terhadap penggunaan pensil palsu ini, ternyata berpengaruh terhadap tingkat kelulusan Ujian Nasional.

Pensil Faber Castle palsu, hasil tulisannya tidak bisa dibaca komputer. Tahun lalu, faktor penyebab ketidaklulusan dalam try out Ujian Nasional, 25 persennya merupakan faktor nonteknis. ”Dan salah satu hal non teknis tersebut adalah karena menggunakan pensil tersebut,” kata Andri.
Pensil palsu memiliki ciri yang tidak jauh berbeda, bahkan mirip dengan aslinya. Sehingga banyak orang tertipu, apalagi harganya lebih murah, Rp 1.800 dibanding harga pensil orisinil Rp 3.300.

Namun, jika digunakan untuk menulis, hasilnya sangat mengecewakan, tidak terang dan juga gampang patah, apalagi ketika diraut. ”Kata 2B merupakan kode dari pensil yang memiliki tingkat kecerahan yang bagus, sehingga yang orisinil sangat terang hasil tulisannya,” jelasnya lagi.

Kedatangan Andri dari Jakarta ke Batam juga untuk memantau hal tersebut karena sangat merugikan masyarakat dan tentu saja brand awareness Faber Castle sendiri. ”Masyarakat harus hati-hati, jangan asal beli karena harganya lebih murah,” tegasnya.

Kedatangan Andri beserta timnya selain ingin berbagi info juga ingin menjalin silaturrahmi dengan Batam Pos. ”Faber Castle membutuhkan media sebagai rekan untuk berkembang bersama-sama,” ucapnya.

Faber Castle saat ini merupakan brand nomor satu di Asia Pasifik untuk produk alat tulis kantornya. Indonesia saat ini memegang hak cipta untuk produk spidol warna dan crayon dari Faber Castle. ”Kami terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru yang berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (leo)

Respon Anda?

komentar