Pelajar Terjaring Razia di Warnet

301
Pesona Indonesia

BATAM (BP) – Sebanyak 90 orang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Kamis (5/2). Sekitar 29 orang di antaranya adalah pelajar dan selebihnya anak punk, waria, gelandangan dan pengemis (gepeng), pengamen, hingga orang gila.

Tak hanya itu, dua orang anak punk langsung diserahkan ke Polsek Batamkota karena membawa senjata tajam. Sedangkan puluhan pelajar yang terjaring razia umumnya di warung internet (warnet).

Kabid PPUD Satpol PP Batam, M Teddy Nuh, mengatakan razia yang digelar sejak Rabu (4/2) malam hingga Kamis (5/2) siang adalah kegiatan rutin. Razia ini digelar untuk mengantisipasi kejahatan dan pekat yang kian meresahkan.

”Apalagi setelah adanya rapat yang menginstruksikan semua instansi bisa berperan untuk membantu menekan angka kejahatan,” kata Teddy, kemarin.

Razia dilakukan di titik-titik yang dianggap rawan. Mulai dari wilayah Batuaji, Batamkota hingga Jodoh. ”Semalam (Rabu malam, red) kita berhasil merazia puluhan anak punk, belasan waria, gepeng, gelandangan, hingga orang stres. Mereka terkenal sangat meresahkan, makanya kita angkut,” jelas Teddy.

Razia kembali berlanjut pada pagi hingga siang kemarin di wilayah yang banyak mendapat komplain warga. Pasalnya, banyak pelajar yang bolos sekolah dan bermain di warnet. ”Kita razia di Bengkong dan Batamkota. Ada 29 pelajar yang kita amankan, kebanyakan di warnet,” sebutnya.
Sementara itu, puluhan anak punk, gepeng, waria, dan gelandangan akan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Batam. Namun sebelum diserahkan, bagi yang muslim akan diikutsertakan dalam istigosah di Masjid Agung Batam.

”Pelajar kita beri pembinaan dan setelah itu kita minta orang tua menjemput,” jelas Teddy.

Kanit Reskrim Polsek Batamkota, Iptu Rianto mengaku belum mengecek penyerahan anak punk yang memiliki senjata tajam. ”Kebetulan saya sedang ada tugas di luar, jadi belum cek,” ujarnya singkat. (she)

Respon Anda?

komentar