Warga Sekitar Lokalisasi Pokok Jengkol Resah Akibat Aktivitas Para Pekerja Seks

203
Pesona Indonesia

BATAM (BP) –  Minimnya perhatian kesehatan di lokalisasi Pokok Jengkol membuat sejumlah warga Sagulung resah. Banyak warga menilai aktivitas para pekerja seks komersial (PSK) di kawasan tersebut akan menimbulkan penyakit dan mempengaruhi warga sekitar.

“Kalau ada tempat seperti itu (lokalisasi) tidak masalah. Tapi bagi para pekerjanya diharapkan lebih menjaga kesehatan. Karena jika timbul penyakit akan mempengaruhi yang lain,” kata Risma, warga Seilekop, Sagulung, Jumat (6/2).

Ia menilai lokalisasi seperti Pokok Jengkol harus didukung Pemerintah setempat. Menurutnya lokasi Pokok Jengkol yang terletak di Sei Aleng RT01/RW11 tersebut sudah tepat karena jauh dari pusat kota.

“Kalau tidak didukung maka pekerjanya akan berkeliaran dimana-mana. Jadi lebih susah mencegahnya, maka hal seperti ini tentu kita dukung,” tuturnya.

Berbeda dengan yang disampaikan Hanifah. Ia mengaku resah dengan aktivitas di Pokok Jengkol. Menurutnya, beberapa PSK di kawasan itu bisa mempengaruhi dunia pendidikan anak.

“Saya pernah melalui tempat itu (Pokok Jengkol). Dan di sana masih ada pemukiman penduduk lainnya. Yang lebih parah anak-anak banyak di sana,” terang ibu dua anak ini.

Sementara itu, Ketua RT 01 Sei Aleng, Andi mengatakan sudah memberi batasan wilayah bekerjanya para PSK tersebut. Batasan itu diberikan agar aktivitas penjaja seks tersebut tidak mempengaruhi warga sekitar.

“Sudah kita batasi. Dan itu diawasi sama tim pengamanan yang saya bentuk. Batasannya para pekerja itu hanya di tepi jalan saja,” kata Andi.

Untuk perhatian kesehatan, Andi menegaskan akan berkoordinasi kepada Dinkes Batam agar pemeriksaan dan pengobatan para pekerja akan di rutinkan.

“Kalau pekerjanya yang berpenyakit belum ada kita temukan. Tapi untuk pemeriksaan akan kita tingkatkan dan saya tegaskan bagi para wanita untuk terus menggunakan pengaman,” pungkasnya. (cr5)

Respon Anda?

komentar