Pak Kapolda, Ada Tiga Kasus Pembobolan Mobil dalam Seminggu di Batam

255
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Hanya dalam waktu seminggu terjadi tiga kasus pembobolan mobil dengan modus pecah kaca di Batam. Selain kasus yang terjadi di halaman parkir Bank Central Asia (BCA) yang menimpa seorang warga negara asing Sn Jumat (6/2) siang, hal serupa juga dialami oleh Sriyati Paidi dan Dedy Bastian.

Jika dalam kasus di halaman parkir BCA pelaku berhasil membawa lari uang Rp 70 juta, pelaku yang membobol mobil Sriyati Paidi menggondol uang dengan jumlah yang fantastis Rp 600 juta. Sedangkan Dedy Bastian mengalami kerugian Rp 13,8 juta, 185 dolar Singapura serta satu unit laptop merk Acer.

Sriyati Paidi yang mengendarai mobil Nissan Juke saat itu baru mengambil uang Rp 600 juta dari Bank Mandiri di Nagoya. Mobil Nissan Juke warna putih dengan nomor polisi BP 787 itu dibobol saat parkir di pelataran SP Plaza pada Rabu (4/2) lalu.

Sriyati mengaku baru saja mencairkan uang Rp600 juta dari Bank Mandiri di Nagoya. Uang itu rencananya untuk membayar gaji karyawan PT Palindo Marine Sagulung.

Sriyati mengaku menyimpan uang tersebut di dalam plastik dan diletakkan di jok belakang sebelah kanan mobilnya. Ia tak curiga bahwa sebenarnya ada orang yang diduga telah membuntutinya sejak keluar dari bank. Setelah hampir sejam perjalanan, Sriyati mengarahkan mobilnya ke parkiran SP Plaza, Sagulung.

Warga Perumahan Jupiter ini mengaku hendak membeli keramik di salah satu toko bangunan. “Saya baru saja turun mobil dan langsung dengar suara pecah kaca. Saya kaget sekali melihat mobil saya yang pecah,” kata Sri di Polsek Sagulung, kemarin.

Ia menduga pelaku yang berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor telah membuntutinya sejak di kawasan Nagoya. Menurut korban, ia hanya sekitar tiga menit berada di dalam toko keramik. “Padahal baru tiga menit loh saya turun dari mobil,” katanya.

Korban lain adalah Dedy Bastian, 21, warga Baloi Indah. Mobil Toyota Avanza Veloz Hitam BP 1896 GA yang dikendarainya juga dibobol maling kawasan Tunas Regency Sagulung, Senin (2/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Ia kehilangan uang tunai Rp 13,8 juta, 185 dolar Singapura serta satu unit laptop merk Acer, akibat kaca mobil bagian kanan dipecahkan pelaku.

Sebelum dibobol, mobil milik PT Asus Tanjunguncang itu dikempesi bannya. Dedi mengaku baru saja menarik uang di BCA Fanindo, Batuaji. “Saya baru saja ambil uang di bank. Selama setengah jam di dalam, saya ke luar dan kembali ke perusahaan,” ujar accounting PT Asus Tanjunguncang ini.

Namun, di perjalanan, Dedy merasa mobil yang dikendarainya terasa tak stabil. Beberapa pengendara sepeda motor meneriakinya karena ban kiri bagian belakang kempes. Korban yang tak merasa curiga lantas ke luar dari mobil untuk mengecek ban mobil tersebut.

“Setelah saya ke luar, tiba-tiba dua orang menghampiri dari sebelah mobil dan terdengar suara kaca pecah. Saya panik, dan langsung melihat ke mobil. Ternyata kaca mobil yang pecah,” tuturnya.

Terkait dua kasus dengan kerugian hingga Rp621 juta ini, Kapolsek Sagulung, AKP T. Manihuruk hanya bisa mengimbau kepada seluruh warga Batam agar lebih berhati-hati dalam memarkirkan mobil. Serta tidak meninggalkan barang berharga jenis apapun.

“Jangan mengundang perhatian orang dengan meletakkan barang berharga di atas mobil. Karena itu faktor utama terjadinya pecah kaca,” kata Manihuruk kepada Batam Pos, Minggu (8/2) siang.

Ia mengaku sudah mengerahkan unit patroli di lokasi-lokasi yang dianggap rawan dengan aksi kejahatan pecah kaca tersebut. “Kita juga sudah berupaya mengantisipasinya dan mengejar pelaku,” katanya. (yofie)

Respon Anda?

komentar