Banyak Ruang Terbuka Hijau Batam Disalahgunakan Menjadi Kios Pedagang

286
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kios-kios pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pertokoan Komplek Puri Regency, Jodoh, Batuampar, selain tidak memiliki izin juga menyalahi aturan. Pasalnya, izin peruntukannya untuk membangun ruang terbuka hijau, tapi kenyataannya di lapangan berdiri kios-kios PKL.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kota Batam dengan pemilik ruko Puri Regency, pemilik kios, dan Satpol PP Batam itu, terungkap bahwa kios-kois PKL tersebut belum mengantongi izin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Kota Batam.

Erwin, pengurus Koperasi Karya Mandiri yang mewakili para pemilik kios mengatakan sudah menyiapkan berkas-berkas perizinan, namun belum diajukan ke PMP-KUKM. ”Berkas-berkasnya sudah lengkap tinggal diajukan saja,” ungkapnya.

Lurah Sungai Jodoh, Imam Tohari, menegaskan tidak pernah diberi tahu soal pendirian bangunan kios di kawasan pertokoan Komplek Puri Regency itu. ”Kami tidak pernah diberi tahu oleh pedagang. Setelah mengetahui ada kios tanpa izin, baru kami melapor ke pihak Satpol PP,” jelasnya.

Sementara itu, Donald yang mewakili pemilik ruko Puri Regency, mengaku kecewa dengan kinerja dinas terkait. Menurutnya, keberadaan kios-kios tersebut mengganggu bisnis mereka.

Menurut Donald, sudah sering rapat dengar pendapat dengan Komisi I agar bisa menertibkan PKL, tapi sepertinya tidak dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam. ”Saya rasa ini terjadi karena lemahnya pengawasan oleh pihak terkait,” terangnya.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Nono Hadi Siswanto mencium adanya kongkalikong antara oknum aparat dengan PKL. Menurutnya, ada informasi bila pedagang tidak menyetor uang ke oknum aparat maka akan digusur. ”Malamnya gak dikasih uang, paginya langsung digusur,” katanya.
Politisi PAN ini minta jika ada oknum aparat yang meminta uang kepada pedagang, silakan melapor ke Komisi I.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Kabid Trantib) Satpol PP Kota Batam, Syafrul Bahri mengungkapkan bahwa anggota Satpol PP sering dimintai izin oleh LSM untuk membangun taman dan ruang terbuka hijau, tapi kenyataannya di lapangan berbeda. ”Dalam izinnya untuk pembangunan taman, tapi malah bangun kios,” ungkapnya. (ryh/rian)

Respon Anda?

komentar