Kapolresta Barelang: Kalau Kendaraan Tak Aman, Ngapain Ada Juru Parkir

249
Pesona Indonesia

MARAKNYA kejadian pembobolan kaca mobil dan pencurian sepeda motor di lokasi parkiran umum, membuat kepolisian Polresta Barelang geram.

Polisi pun berencana mendatangi semua tukang parkir di kota Batam untuk mendata dan memberikan pengarahan mengenai penjagaan keamanan kendaraan pengunjung. “Ini sudah masuk program dari Binma (Polresta Barelang), tukang parkir akan kami datangi dan kami kumpulkan,” ujar Kasat Binmas Polresta Barelang Kompol Firdaus, Rabu (11/2).

Sebab kata Firdaus, ada kemungkinan adanya unsur pembiaran dari juru parkir terkait kejahatan pembobol kaca mobil dan pencurian sepeda motor. “Itu yang harus kami cegah, karena kalau tukang parkir terlibat, apa jadinya Batam ini dengan kejadian seperti itu,” kata Firdaus.

Sementara pantauan di lapangan, beberapa lokasi parkir di Batam tampaknya hanya mengutamakan tarif parkir. Para juru parkir hanya fokus meminta uang parkir, sementara letak kendaraan dan keamanan kendaraan tak diperhitungkan.

Seperti yang terlihat di kawasan Aviari Batuaji. Juru parkir di sana bertindak sesuka hatinya. Kendaraan parkir secara amburadul tanpa ada pengaturan yang rapi. Selain itu keamanan kendaraan juga sangat minim diawasi. Bahkan kendaraan warga sering kehilangan baik barang maupun onderdil motor.

“Biasanya spion sepeda motor yang sering hilang, padahal ada tukang parkirnya,” tutur Irwansyah salah satu pedagang di pasar Aviari.

Kejadian pembobolan juga kerap terjadi, namun tak ada peningkatan pengawasan dari jukir.”Mereka (juru parkir) yang penting dapat uang parkir, kendaraan warga mana dipedulikan,” keluh Irwan lagi.

Juru parkir sambung Kapolresta, harus berperan aktif untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kendaraan parkir warga. Karena warga bayar parkir.

“Kalau tak aman kendaraan kenapa harus ada juru parkir, itu salah satu tujuan adanya juru parkir,” tuturnya. (eja)

Respon Anda?

komentar