Nyaris Bunuh Diri Karena Diperkosa Lalu Hamil, Remaja itu Tetap Ingin Sekolah

1132
Pesona Indonesia

batampos.co.id – MEMAKAI baju seragam batik hijau dan berjilbab, Anggrek (bukan nama sebenarnya, red) duduk di hadapan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Percut Seituan, Medan, Rabu (10/2).

Ia tampak memegangi perutnya yang sudah mulai membuncit karena hamil. Kepada polisia ia mengutarakan niatnya, meski hamil, ia ingin tetap bersekolah sampai ke strata tinggi. “Aku masih mau sekolah Bang. Ini bukan salahku, aku diperkosa,” jelasnya.

Dia juga mengaku tak malu dengan kondisi perutnya. Hanya saja, terkadang membuatnya tak nyaman. “Kadang mual perutku Bang, itu aja buat gak nyaman,” ujarnya.

Sementara, Sari (43), guru di sekolah Anggrek, yang ikut mendampingi saat diperiksa, juga berkata senada akan tetap bersekolah dan teman-temannya juga tidak mempermasalahkan kehamilannya. “Tidak masalah bagi kami, karena dia merupakan korban yang harus dapat perlindungan,” ujar Sari.

Begitu juga penuturan ibu Anggrek, Mar. “Kalau anak kami kandungannya sembilan bulan, kami akan meminta cuti sampai anaknya lahir,” ujarnya.

Teman sekolah Anggrek juga tak mempermasalahkan kehamilannya. “Kami gak boleh ngejek, kalau ngejek akan dihukum guru,” ujar Budi, teman sekolahnya, seperti diberitakan Posmetro Medan (grup Batam Pos).

Diberitakan sebelumnya, remaja asal Desa Saentis tersebut diperkosa pria yang baru dikenalnya saat menunggu angkot di depan sekolah. Seperti dihipnotis, Anggrek mau saja ketika diajak ke hotel.

Di sana dia sempat tersadar dan berontak. Namun mulut manis pria yang mengaku bernama Baim itu, membuat Anggrek ibarat kerbau dicucuk hidung.

Dia akhirnya ditiduri. Tak tanggung, 3 kali dalam sehari itu saja. Anggrek bisa merahasiakan kejadian itu hingga kehamilannya 4 bulan. Dan akhirnya seminggu belakangan, ibunya mulai curiga. Sebab, ia mulai suka makanan yang agak asem seperti kedondong, juga sering muntah-muntah dan mual. Ia dan ibunya sempat sampai bertengkar karena kecurigaan itu.

Tak hilang akal, ia diperiksakan ke bidan dan hasilnya positif hamil.

Selain makin membesar, selera makannya juga rada aneh. Bunga akhirnya menyadari dia hamil. Namun tetap masih ingin merahasiakan. Tapi, remaja ini kebingungan mencari solusi.

Mau cerita malu, tak cerita jadi stres. Ia malah berniat mengakhiri hidup dengan cara menyayat nadi. Tapi rencananya gagal karena kepergok ibunya. Kala itu, Mar melihat Anggrek sedang memegang pisau di dapur dan terlihat akan menyayat nadi tangannya.

Melihat itu, Mar langsung menyambar pisau itu. Anggrek terisak. Apalagi dia akhirnya diinterogasi dan mengaku hamil. Berkoordinasi dengan pihak sekolah, kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi. (mri/trg/jpnn)

Respon Anda?

komentar