Astaga Murid SD di Batam Sudah Punya Geng Iblis

436
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Meskipun beberapa kelompok geng motor yang melakukan tindakan kriminal sudah ditangkap, namun geliat kelompok remaja bermotor itu sepertinya tetap bertumbuh bahkan mulai menjamur.

Geng motor kriminal bersifat regenerasi. Kelompok ini mulai dibentuk sejak kecil akibat pergaulan bebas dan tak terkontrol oleh sekolah dan orang tua.

Salah satu generasi geng motor yang dijumpai Batam Pos adalah kelompok geng sepeda di kawasan Jodoh. Kelompok geng sepeda ini terdiri dari anak-anak usia SD dan SMP. Bermodalkan sepeda, kelompok ini sudah menamai geng mereka dengan sebutan IBLIS.

“Iblis itu kepanjangan dari Ikatan Bocah lali sekolah om,” ujar Jr salah satu bocah berusia 11 tahun di kawasan pasar Angkasa, Jodoh saat ditemui Kamis (12/2).

Kelompok bocah kecil ini memiliki tujuan yang terlihat seram dengan namanya. “Ya buat ngumpul-ngumpulah om, kalau malam kami keliling (Jodoh-Nagoya,red) malakin anak-anak lain, belum berani malak orang dewasa, kalau udah gede baru masuk geng motor,” tutur bocah yang mengaku baru saja putus sekolah ini.

Kelompok ini dikatakan Jr sudah memiliki anggota sekitar 17 orang. Terdiri dari anak-anak putus sekolah dan beberapa murid SD dan siswa SMP. Beberapa diantaranya ada anak perempuan. Saat ini aktifitas mereka masih sebatas bersenang-senang dengan sepeda. Namun di malam hari kelompok ini berkumpul layaknya anggota geng motor di kawasan pasar Induk Jodoh.

Lantas apa yang diperbincangkan bocah-bocah ini saat berkumpul?. “Ya biasalah, ngomong sepeda, pacar, dan cari sasaran untuk lawan anak-anak kelompok lain,” ujarnya yang diiyakan oleh rekan-rekan bocahnya seusianya yang lain.

Bocah-bocah itu mengaku mulai bergabung dalam kelompok geng sepeda itu, sejak mereka mengenal yang namanya geng motor. “Abang-abang kami punya geng motor, kami juga harus punya geng sepeda, karena kami masih kecil,” ujar Jr.

Geng sepeda yang baru dibentuk itu, sudah berjalan hampir enam bulan belakangan ini semenjak keberadaan geng motor kriminal sering dibicarakan. “Nanti kalau sudah agak besar baru kami gabung sama abang-abang kami. Sekarang kami belum diizinkan tapi abang-abang geng motor lindungi kami, kalau ada masalah dengan kami,” ujarnya.

Itulah yang membuat bocah-bocah ini mengaku nyaman dengan kelompok tersebut. Karena selain bebas dari pengawasan orangtua, kelompok ini juga didukung oleh kelompok geng motor yang sengaja memelihara bocah-bocah itu sebagai bibit penerus anggota geng motor.

Orang tua, polisi, pihak sekolah dan pemerintah harus segera bertindak memutus mata rantai ini. (eja)

Respon Anda?

komentar