Sebar Brosur, Geng Motor Rekrut ke Sekolah

649
Pesona Indonesia

Ratusan orang tua dan wali murid SMPN 4 Batam di Bengkong, resah. Pasalnya sejak sebulan belakangan ini beredar isu adanya perekrutan anggota geng motor yang masuk ke tempat belajar anak-anak mereka.

 

foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

Beberapa orang tua siswa di sekolah tersebut yang ditemui Batam Pos menuturkan, informasi perekrutan anggota geng motor itu dibuat dalam bentuk brosur. Brosur itu dibagikan kepada siswa-siswi tertentu, khususnya siswa yang memiliki kendaraan bermotor. Brosur tersebut dibuat layaknya brosur penerimaan siswa baru di sekolah.

”Anak saya pernah dikasih tapi dibuang oleh anak saya brosur itu. Kata anak saya isi brosur itu ajakan untuk bergabung jadi anggota geng motor. (Brosur) Dibagikan oleh beberapa siswa kelas dua katanya,” tutur Sm, salah satu orang tua siswa di Bengkong Garama dekat lokasi sekolah tersebut, Rabu (11/2).

Begitu juga disampaikan Am orang tua siswa lainnya, yang menuturkan peredaran brosur ajakan bergabung jadi anggota geng motor itu memang sudah disampaikan putranya yang kini duduk di kelas dua SMP tersebut.

“Ya saya kaget, kok bisa seperti itu. Ini sangat berbahaya kalau ikut melakukan hal kriminal nantinya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi itu, Am sendiri sudah menasihati anaknya dan melarang putranya keluar ataupun berkeliaran di luar jam sekolah.

”Saya antar jemput, takut apalagi polisi bilang tembak kalau melihat anggota geng motor,” tuturnya.

Dengan adanya informasi beredarnya brosur penerimaan anggota geng motor itu, orangtua siswa SMPN 4 Bengkong, sangat berharap agar pihak sekolah bisa memperhatikan masalah itu. Pengamanan dan pengawasan siswa di sekolah ditingkatkan.

“Kami orang tua sangat mendukung kalau untuk kebaikan anak. Kalau sekolah tahu ada anak-anak yang kurang baik dan mempengaruhi anak-anak lain, tolong dikeluarkan. Jangan menjadi racun bagi anak-anak lain,” tutur Sm.

Menanggapi informasi beredarnya brosur penerimaan anggota geng motor itu kasat Binmas Polresta Barelang kompol Firdaus mengaku, belum mengetahuinya. Dan sejauh ini upaya sosialisasi ke sekolah-sekolah yang gencar dilakukan anggota Binmas Polresta Barelang dan Polsek-Polsek yang ada belum ditemui indikasi adanya sarang geng motor di sekolah.

“Yang ada kebanyakan anak putus sekolah, kalaupun ada anak sekolah palingan yang ikut-ikutan saja. Tapi ke depannya ini akan jadi perhatian kami supaya anak-anak pelajar tidak ikut-ikutan,” tutur Firdaus di ruang kerjanya, kemarin.

Polisi ke Sekolah

Pemberantasan geng motor masih menjadi perhatian serius Polresta Barelang. Untuk memberantas dan meminimalisir keberadaan anggota geng motor polisi rutin mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Batam.

Firdaus menuturkan, upaya kepolisian untuk memerangi geng motor ini dimulai dengan upaya preventive (pencegahan). Upaya pencegahan ini dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga. Untuk lingkungan sekolah polisi rutin mendatangi sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA setiap hari. “Tidak saja dari Binmas Polres, tapi Polsek-polsek juga sudah rutin ke sekolah-sekolah,” tutur Firdaus, Selasa (10/2) siang.

Kedatangan polisi di sekolah-sekolah tersebut untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Dengan tujuan agar anak-anak sekolah tidak terlibat dalam kegiatan kriminal apapun, termasuk narkoba,” tutur Firdaus.

Selain mendatangi sekolah-sekolah, polisi juga mendatangi masyarakat untuk memberikan sosialisasi kamtibmas. “Salah satu agendanya adalah bagaimana cara mendidik dan menjaga anak di rumah. Anak jangan dibiarkan berkeliaran di luar jam sekolah apalagi malam hari, anak jangan dimanjakan dengan sepeda motor untuk hal-hal yang tidak penting,” tutur mantan Kapolsek Seibeduk itu.

Kegiatan rutin mendatangi masyarakat ini merupakan program dari Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin dengan sebutan Kumpul Bareng Polisi. “Di situ, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dikumpulkan dan diberi pemahaman menjaga keamanan dan mendidik anak-anak dengan baik,” ujar Firdaus lagi.

Sejauh ini, sambung Firdaus, belum ada terindikasi sekolah-sekolah yang menjadi sarang anggota geng motor kriminal. “Sejauh ini belum ada. Dan besar harapan kami semoga tak ada,” ujarnya.

Kelompok geng motor yang meresahkan belakangan ini, kata Firdaus masih didominasi oleh anak-anak dan remaja putus sekolah. “Anak sekolah ada memang, tapi paling satu atau dua orang, itu pun karena dipengaruhi. Sehingga berkali-kali kami imbau kepada semua warga Batam agar perhatikan pergaulan anak di luar jam sekolah,” tekannya.

Di sekolah peran guru juga sangat diharapkan, agar memberikan masukan dan wejangan pendidikan agama dan moral kepada anak didiknya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. “Pendidikan mental agama sangat penting, guru-guru di sekolah harus berperan aktif. Kalau tahu ada anak yang bolos segera beritahu langsung orang tua anak tersebut,” ujar Firdaus. (eja)

Respon Anda?

komentar