Bantah Tak Miliki Karyawan Asing, PT Sindo Marine Biayai Berobat Tian Qing Lei

345
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Warga negara Tiongkok, Tian Qing Lei tewas setelah melompat dari lantai lima gedung Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), Rabu (11/12) lalu. Tian Qing Lei disebut-sebut sebagai karyawan di perusahaan galangan kapal PT Sindo Marine. Tapi manajemen perusahaan tersebut buru-buru membantah pernah mempekerjakannya di perusahaan mereka.

Bantahan disampaikan Human Resource (HR) PT Sindo Marine, Siti Taleha kepada Batam Pos, kemarin (13/2). ”Kami tidak memiliki karyawan asing dan juga yang bernama A Lay (Tien Q Lae, red),” kata Siti.

Siti juga mengklaim pihaknya tidak pernah memiliki karyawan yang bernama Tien Q Lei, 44 , yang pada Selasa (10/2) lalu meninggal akibat bunuh diri. Ia juga membantah telah menunjuk pengacara Tan Timin sebagai penasehat hukum perusahaan yang menangani kasus kematian A Lay. ”Coba cek ke Tan Timin.Dia bukanlah kuasa hukum kami,” tegasnya.

Terkait klaim pihak RSAB bahwasannya biaya pengobatan korban selama dirawat di rumah sakit tersebut, Siti buru-buru mengklaim kemungkinan ada perusahaan dengan nama mirip PT Sindo Marine yang memiliki karyawan bernama Tien Q Lae. ”Mungkin itu Sindo Marine yang lain, nanti saya coba cek lagi,” tukasnya singkat.

Terpisah, pihak RSAB melalui Manajer Pengembangan, dr Sinta Trilusita mengatakan pembiayan korban selama di rumah sakit menjadi tanggung jawab PT Sindo Marine. ”Yang menanggung biayanya itu Sindo Marine,” beber dr Sinta Trilusita kepada Batam Pos, kemarin.

Selama ini, kata Sinta, pihak rumah sakit mengaku telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan tersebut terkait pengurusan biaya-biaya selama pengobatan dan perawatan.
Hanya saja, dr Sinta menuturkan, pada saat wakil perusahaan datang ke rumah sakit dan mengurus biaya tersebut, yang bersangkutan pernah menjelaskan jika Tian Qing Lei bukan karyawan PT Sindo Marine Batam. ”Tapi untuk detailnya silakan konfirmasi langsung ke perusahaan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bata, Zarefriadi tidak mengetahui secara pasti status Tien Q Lae di perusahaan tersebut. Menurutnya, semua data tenaga kerja asing yang bekerja dibawah satu tahun berada di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

”Tidak tahu saya, kalau A Lay (Tien Q Lae, red) masih bekerja lima bulan disini. Berarti datanya di BKPM,” ujarnya singkat. (cr3/rna)

Respon Anda?

komentar