Pemadaman 2 Kali Sehari, IRT Keluhkan Alat Eletronik di Rumah Rusak

243
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemadaman listrik kembali melanda Batam. Sejak dua hari, pemadaman bergilir dengan rentang waktu berbeda mulai 2,5 jam hingga 4 jam di tiap kawasan, banyak dikeluhkan warga karena tanpa pengumuman sebelumnya.

Jumat (13/2) kemarin saja, di wilayah Bengkong, pemadaman bergilir hampir empat jam. Padahal sehari sebelumnya, listrik juga padam selama dua jam lebih.

Mecy, warga yang tinggal di Kampung Bawean, Bengkong kesal dengan pemadaman listrik selama dua hari berturut-turut tanpa adanya pemberitahuan dari PLN. Menurutnya, pemadaman terjadi sekitar pukul 12.45 WIB, dan baru hidup pukul 16.30 WIB.

”Hari ini (kemarin, red) listrik kembali padam hampir empat jam. Masak mati lampu dua hari berturut-turut tak ada pemberitahuan kepada warga,” ujar wanita berusia 28 tahun ini.

Menurut dia, padamnya aliran listrik secara tiba-tiba ini, dapat merusak alat-alat elektronik di rumahnya. Apalagi, pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sudah sering terjadi.

”Takutnya alat-alat elektonik kita yang rusak, karena mati hidup tak jelas. Memang rusaknya bukan sekarang, tapi kalau keadaannya terus seperti ini, bisa-bisa rusak. Kalau rusak siapa yang ganti?” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Nurhayati. Menurut warga Batamcenter ini terpaksa membeli makanan keluar rumah karena mati lampu. Padahal, saat listrik padam dirinya tengah mempersiapkan makan siang keluarganya.

”Saya baru selesai masak sambal, tinggal nunggu nasi saja. Tapi karena lampu padam, terpaksa beli makanan di luar rumah karena nasi tak jadi masak,” tuturnya.

Sementara itu, warga yang tinggal di Jodoh juga meradang dengan pemadaman listrik. Mereka mengeluhkan tak bisa beraktivitas normal dan bahkan sebagian di antaranya mengalami kerusakan perangkat elektronik.

Dian, warga Seijodoh mengeluh lantaran pemadaman listrik bertepatan saat ia sedang menggunakan penyaring sari buah (juicer). Alat elektronik tersebut ngadat setelah listrik kembali menyala.

”Kalau alat elektronik rusak seperti ini apa PLN mau tanggung jawab? Padahal kalau kita telat bayar sehari saja langsung diputus sambungan listrik kita. Giliran alat kita yang rusak PLN gak mau tahu,” keluhnya.

Sementara itu, PLN Batam mengungkapkan alasan pemadaman berlangsung karena satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Panaran, mengalami kerusakan sehingga distribusi mengalami gangguan.

”Itu (kerusakan mesin PLTG, red) baru terjadi kemarin (Kamis, 12/2, red). Mau tidak mau pemadaman terpaksa dilakukan. Lamanya antara satu hingga dua setengah jam,” kata Rudi Antono, Humas PLN Batam, kemarin.

Rudi mengatakan setelah terjadi gangguan di mesin PLTG, teknisi PLN Batam langsung bergerak cepat melakukan perbaikan. Ia berharap dalam waktu dekat pembangkit tersebut sudah bisa beroperasi normal. Menurutnya, pemadaman bergilir ini akan merata di semua daerah di Batam. (ian/hgt/she/rna/cr5)

Respon Anda?

komentar