Tentang Kios Liar, Polda Kepri Datangi BP Batam

188
Pesona Indonesia

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri tengah mengusut pengalokasian kawasan penyangga (buffer zone) serta RoW jalan untuk pembangunan kios di Kota Batam. Penyidik saat ini tengah meminta klarifikasi dari Direktorat Lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Ada beberapa pejabat bagian lahan BP Batam yang kami mintai keterangan,” ungkap Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Helmi Kwarta, Minggu (15/2).

Namun Helmi enggan berbicara banyak terkait pengusutan kasus yang baru masuk tahap klarifikasi itu. “Anggota masih bekerja,” kata Helmi.

Alokasi lahan jalur hijau kini tengah jadi sorotan banyak pihak, karena didirikan untuk pembangunan sarana komersil dan sebagian telah berdiri kios liar mulai dari Batamcentre, Jodoh, Sekupang, hingga Batuaji. Sebagian dari yang menggunakan buffer zone mengaku mendapat izin pemanfaatan dari BP Batam.

Direktur Humas dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Humas dan PTSP) BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho, membenarkan adanya klarifikasi dari Polda Kepri. “Klarifikasi saja, bukan pemeriksaan,” kata Dwi Djoko Wiwoho.

Sebagai warga negara yang baik, BP Batam taat akan hukum yang sedang berlangsung. Memfasilitasi penyidik terkait informasi tersebut.  “Saya belum tau persis berapa orang yang diperiksa serta siapa saja orangnya, karena belum mendapatkan informasi,” ungkap Dwi Djoko.  (hgt)

Respon Anda?

komentar