Wawako Batam: Belum Ada Solusi Masalah Kios Liar

255
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Rudi mengaku belum menyiapkan solusi untuk menyikapi menjamurnya kios-kios liar di sejumlah titik di Kota Batam. Seperti misalnya, di Simpang Frengki ataupun di Jodoh. Ia bingung, hendak menggusur atau tidak.

 

liar3
“Sekarang sedang dipikirkan solusinya. Apakah nanti akan menggusur atau menggeser, dua-duanya mungkin saja akan kami ambil,” katanya usai menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Batam, siang tadi.

Rudi mengatakan, selama ini, Pemerintah Kota Batam tidak pernah mengeluarkan izin membangun untuk kios-kios yang ada di kawasan tersebut. Padahal, meskipun itu kios kecil, tetap harus mengantongi izin membuat bangunan (IMB).

Apabila pemilik kios berdalih telah mendapatkan lahan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, pendirian bangunan di tempat itu tetap saja tidak sah.

“Jadi, surat pinjam pakai lahan dari Pak Tatok (Direktur Pemukiman dan Balai Agribisnis BP Batam Tatok Wahyu, red) itu jangan dimentahkan begitu saja. Tetap harus ada izinnya,” katanya lagi.

Rudi menyayangkan sikap BP Batam yang tidak melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Batam. Ia berharap, setidaknya, BP Batam duduk bersama dengan Dinas PMPK-UKM membahas pemberian lahan-lahan tersebut.

Pasalnya, Dinas PMPK-UKM sebelumnya telah memetakan wilayah-wilayah yang cocok untuk kios-kios pedagang kaki lima. Jika kemudian, masyarakat membuat kios di luar wilayah tersebut, mau tak mau Pemko harus menggusur.

“Kalau BP Batam mau duduk bersama dengan kami, kami tak repot-repot lagi menggusur. Kalau kami harus menggusur, itu kan warga kami. Kami tidak mau,” katanya.

Rudi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembentukan sebuah tim penertiban. Tim itu akan dikomandoi Ketua Satpol PP Batam Hendri. Anggotanya terdiri dari Direktorat Pengamanan (Dirpam) BP Batam, DPRD Batam, Polresta, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), Komando Distrik Militer (Kodim), TNI Tuah Sakti 134, Marinir, dan Brigadir Mobil (Brimob).

Tim ini akan menertibkan segala permasalahan yang harus ditertibkan di kota Batam.

“Jadi nggak ada lagi ceritanya beking-membekingi itu,” ujarnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar