Industri Perhotelan Batam mulai Goyang

315
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Industri perhotelan di Batam mulai goyah dan mengeluhkan kemerosotan pendapatan yang signifikan akibat pemberlakuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) yang melarang instansi pemerintahan menggelar rapat di hotel.

ilustrasi
ilustrasi

”Pengelola hotel mengeluh tentang menurunnya tingkat penerimaan mereka, terutama dari kegiatan-kegiatan meeting, food & beverage (makanan dan minuman). Diperkirakan 30-50 persen (pendapatan) berkurang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri usai mengikuti Rapat Paripurna tentang Penjelasan Wali Kota terhadap Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Rippda) di Gedung DPRD Kota Batam, Senin (14/2).

Yusfa mengatakan, menurunnya pendapatan memicu hotel mengambil langkah efisiensi. Di antaranya dengan mengurangi jumlah karyawan. ”Jadi ada yang sudah mengurangi tenaga kerja karena menurunnya tingkat pendapatan hotel,” katanya.

Menurut Yusfa, Batam yang digadang jadi salah satu kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) untuk menopang sektor pariwisata semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat.

Karena itu, pihaknya mengaku berupaya berkoordinasi dengan Kementrian Pariwisata agar merayu Kementrian PAN-RB supaya ada evaluasi kebijakan sehingga industri hotel di Batam tetap hidup.

”Informasi yang kami terima, akan dilakukan evaluasi melalui klasifikasi, jadi nanti akan diklasifikasi mana yang boleh (menggelar rapat di hotel) mana yang tidak, jadi tidak serta semua tidak boleh,” terang Yusfa.

Meski begitu, pihaknya berharap agar aturan-aturan yang memberi angin segar pada industri pariwisata dan penunjangnya bisa segera dikeluarkan, sehingga industri yang juga menopang kehidupan banyak tenaga kerja itu tetap bertahan ke depannya.

Industri hotel, sambung Yusfa, juga diminta untuk berinovasi agar tak hanya terpaku pada satu segmen saja untuk menggaet penyewa ruangan untuk meeting.

”Jika selama ini target marketnya pemerintah, bisa menggiatkan kegiatan yang dari swasta,” anjur dia.

Pemerintah daerah sendiri juga mengaku akan turut berupaya menaikkan jumlah kunjungan wisatawan dengan menggelar berbagai kegiatan budaya yang atraktif. (rna)

 

Respon Anda?

komentar