Warga Perumahan Cendana Laporkan BP Batam ke Mapolda Kepri

277
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kasus alih fungsi fasilitas sosial (fasos) warga Perumahan Cendana, Batam Center hingga kini belum menemui titik terang. Karena itu,warga sekitar sedang membuat tim untuk melaporkan ke Mapolda Kepri.

“Kami sedang membuat tim, termasuk pengacara untuk melaporkan kasus ini ke Mapolda Kepri,” ujar Ketua RW 09, Darman Heri, kemarin.

Heri mengatakan, dalam site plan fasos di perumahan Cendana mempunyai luas sepanjang tiga ribu meter persegi. Namun dalam perjalanannya sebagai besar lahan menjadi lahan pribadi.
“Kami minta klarifikasi dari BP Batam, namun tak pernah ada jawaban,” kata Ketua RW 09, Darman Heri.

Darman mengatakan, fasos yang diberinama RW Fasilitas tersebut akan dibangun Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Masjid, Kantor Lurah, serta KUA. “Kelurahan, KUA serta sekolah sudah dibangun, namun masjid belum dibangun,” kata Darman.

Karena masih ada sisa lahan, warga Cendana berencana mendirikan posyandu di atas lahan fasos. “Kami bikin spanduk di lahan itu, adanya rencana pembangunan posyandu,” bebernya.

Syaiful yang mengaku pemilik lahan komplain kepada warga karena lahan itu miliknya. “Kami tanya buktinya apa,” tutur Rofii.

Syaiful lantas mengeluarkan sertifikat tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam. “Kamipun lantas memindahkan rencana pembangunan di jalan buntu yang berbatasan dengan fasum yang kosong. Di situpun kami dikomplain Mulyadi yang mengaku pemilik lahan, katanya pembangunan posyandu akan menghalangi akses jalan ke lahan miliknya,” katanya.

Warga menyakan lagi keabsahan surat-surat lahan, Mulyadi mengeluar PL Nomor B/699/A3-A1.1/8/2014.  Sebab itu, warga terpaksa membangun posyandu di tengah jalan buntu, sehingga akses jalan ke lahan milik Mulyadi tidak tertutup. “Kami kaget, lahan fasos kok bisa jadi milik pribadi,” kata Darman Heri.

Warga lantas menanyakan permasalahan itu kepada petugas BP Batam bernama Derajat. Petugas BP Batam ini mengaku tidak tahu menahu dengan permsalahan itu. “Saya jawab, kedatangan warga ini mau memberitahu. Kami berikan site plan-nya,” ungkap Darman Heri.

Derajat menyarankan warga menghubungi Kasubdit Lahan Wilayah II BP Batam, Toni. “Namun hingga kini, Toni tak bisa kami hubungi,” katanya. (cr13)

Respon Anda?

komentar