Batam Episentrum Baru Politik Indonesia

284
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Partai Demokrat (PD) akan mengadakan konsolidasi partai se-Sumatera, minus Aceh, di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Sabtu malam ini (21/2). Seluruh pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat dari Sumatera Utara hingga Lampung akan berkumpul di Batam.

Hinca Panjaitan foto: cecep mulyana / batampos.co.id
Hinca Panjaitan
foto: cecep mulyana / batampos.co.id

“Batam akan menjadi episentrum baru politik Indonesia, khususnya di wilayah barat. Bukan lagi Medan atau Palembang,” kata Hinca P Panjaitan XIII, Juru Bicara PD saat berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos, Jumat (20/2).

Batam dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan konsolidasi lantaran suasana politik Batam yang hidup. Ini nampak, salah satunya, dari papan reklame yang membentang di sepanjang jalan Kota Batam. Hampir tidak ditemukan papan reklame yang kosong. Semuanya didominasi wajah-wajah politisi yang memberikan ucapan selamat -yang paling anyar, ucapan selamat Hari Raya Imlek 2566.

Selain itu, faktor geografis Batam juga mendukung pemilihannya sebagai lokasi penyelenggaraan konsolidasi. Batam berada dekat dengan Selat Malaka. Ia memegang peranan sebagai penjaga gerbang barat. Ia harus siap ber-’perang’ dengan negara lain.

“Batam memainkan peran yang besar. Dan Demokrat juga memainkan peran yang besar,” katanya lagi.

Konsolidasi ini akan membahas dua hal besar. Pertama, konsolidasi partai ke dalam demi memenangkan Pilkada. Kedua, konsolidasi untuk memilih Ketua Umum PD periode baru.

Konsolidasi pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 itu disebut dengan istilah Double Track Winner. PD berharap dapat memenangkan kedua pemilihan itu, baik pemilihan kepala daerah di akhir 2015 nanti atau pemilihan legislatif 2019.

“Tim Pilkada sudah kami siapkan. Jadi, selesai kongres, mereka dapat segera bekerja,” tuturnya.

Hinca mengatakan, PD belum memastikan nama-nama yang akan diusung untuk Pilkada 2015. Jikapun ada, nama-nama itu bisa saja berubah. PD menetapkan tiga syarat dalam pemilihan calon.

Syarat yang pertama adalah kemampuan atau kapabilitas. Syarat yang kedua adalah popularitas. Dan syarat yang ketiga adalah dana. Seorang calon harus mampu membiayai kampanye politiknya yang jumlahnya bisa saja tidak sedikit.

“Ngobrol di kedai kopi, yang bayar kopinya siapa? Masa baru jadi calon Wali Kota atau Bupati sudah tidak mau bayar kopi?” kata Hinca lagi.

PD, namun demikian, menargetkan meraih posisi teratas dalam Pemilu 2019. Persiapan sudah dimulai dari sekarang. Empat tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk mempersiapkannya.

Persiapan akan dipimpin langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, SBY-lah yang akan menjadi ketua umum di periode selanjutnya. Keputusan tersebut telah menjadi keputusan bersama seluruh DPD dan DPC PD se-Indonesia.

“Kalau periode kemarin kami fokus di pemerintahan karena SBY masih memimpin. Nah, empat tahun ke depan, kami akan fokus untuk memenangkan pemilihan umum,” ujarnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar