Penambang Pasir Ilegal Tak Takut Pemerintah

184
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Penambangan pasir ilegal masih marak di wilayah Batu Besar, Nongsa. Lokasi penambangan ini tersebar di sejumlah wilayah, seperti

  • di depan Kawasan Industri Kabil (KIK),
  • belakang Mapolda Kepri, serta
  • dekat kawasan bakal Kebun Raya Batam, Nongsa.

Pelaku menambang secara terang-terangan, tak takut kena razia dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

”Gak mungkin pemerintah maupun aparat hukum tak tahu adanya penambangan ini,” kata Yunus, warga Batubesar Nongsa.

Menurut Yunus, pelaku nekat melakukan penambangan karena tak ada lagi pekarjaan lain yang bisa dilakukan. ”Keahlian mereka hanya itu saja, dan sudah bertahun-tahun dijalaninya,” ungkapnya.

Selain itu, sanksi yang diberikan kepada pelaku dianggap Yunus tidak memberikan efek jera. ”Memang ada razia, tapi pelakunya masih saja berkeliaran. Kayaknya pemerintah tak serius,” ungkap Yunus.

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Kota Batam, lanjut Yunus hanya sebatas menyita barang bukti serta memintai keterangan.

Warga lainnya, Sulaiman menambahkan, usai peralatan penambang disita, tak ada kelanjutannya. Apalagi menindak penadah hasil penambangan ilegal. ”Pelaku penambangan saja tak diusut apalagi penadahnya,” kata Sulaiman, warga Batu Besar lainnya.

Padahal penambangan pasir selain ilegal lanjutnya, juga merusak lingkungan sekitar. ”Galiannya menyebabkan kawasan menjadi danau, limbahnya mengotori pantai. Mesin penyedotnya mengganggu masyarakat. Banyak negatifnya daripada positifnya,” kata Sulaiman.

Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi Purnomo tak bisa dikonfirmasi terkait keberadaan penambangan pasir yang masih saja terjadi. Beberapa kali dihubungi, Dendi tak mengangkat ponselnya. Pesan singkat yang dilayangkan pun dibalasnya. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar