Jejak Cheng Ho di Kepri

710
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya meresmikan peluncuran destinasi wisata baru berupa jejak pelayaran “Jalur Samudera Cheng Ho: Pelayaran Nusantara” yang berlokasi di Golden King, Bengkong Laut Batam, Sabtu (21/2).

foto: dalil harahap / batampos.co.id
foto: dalil harahap / batampos.co.id

Dari sembilan kota di Indonesia yang menawarkan destinasi serupa seperti Aceh, Palembang, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, dan Bali, Batam-Kepri merupakan kota pertama untuk peresmian Jalur Samudera Cheng Ho yang juga disambung dengan peresmian Masjid Cheng Ho yang lokasinya juga berada di Bengkong Laut.

Pemilihan Batam sebagai lokasi peresmian jejak pelayaran tersebut karena Laksamana termasyhur dari Tiongkok itu pernah melewati perairan Kepri, yang merupakan gerbang masuk dari Tiongkok ke nusantara. Jalur Samudera Cheng Ho sekaligus diharapkan memberi tuah terdongkraknya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terutama dari Tiongkok.

“Orang Tiongkok sangat menjunjung tinggi sejarah leluhur, maka itu kita kemas jejak Pelayaran Samudera Cheng Ho sehingga menarik wisatawan Tiongkok,” ujar Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo di Batam, kemarin.

Di kawasan Golden King Bengkong Laut yang dimiliki oleh pengusaha Tek Po (Abi), sudah terdapat miniatur kapal Laksamana Cheng Ho lengkap dengan arsitektur khas Tiongkok. Sedangkan Masjid Cheng Ho yang lokasinya berjarak kira-kira 300 meter dari lokasi kapal tersebut bersandar, saat ini tengah dalam proses pembangunan dan baru rampung sekitar 60 persen. Masjid dengan luas 200 meter persegi itu juga mengusung arsitektur khas Tiongkok dengan dominasi warna merah.

Dua ornamen yang menjadi penanda Jalur Samudera Cheng Ho di Batam-Kepri itulah yang diharapkan mampu mengingatkan pengunjung tentang adanya hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara dua negara besar yakni Tiongkok dan Indonesia.

“Presiden Tiongkok Xi Jinping bersama Presiden Jokowi (di pertemuan APEC) mengatakan sudah ada koneksi kedua negara sejak ratusan tahun lalu di bidang maritim, dan hari ini (peresmian Jalur Samudera Cheng Ho) menjadi tonggak penting pariwisata di Indonesia,” kata Indroyono.

Menko Kemaritiman juga berharap agar sektor pariwisata berbasis kemaritiman terus tumbuh di Indonesia dan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan asing dari tahun ke tahun. Dia juga mengaku akan mendukung segala upaya untuk meningkatkan nilai jual pariwisata di Kepri, diantaranya lewat infrastruktur yang baik dan memadai.

Menko Kemaritiman juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk mengecek apakah rencana pembangunan pelbagai infrastruktur di Kepri yang dinilai mampu mendongkrak pariwisata sudah masuk di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Kalau sudah masuk saya akan bantu dorong,” katanya.

Di tempat yang sama, Menpar Arief Yahya mengatakan hadirnya destinasi wisata Jalur Pelayaran Samudera Cheng Ho ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan jalinan kerjasama ekonomi dengan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.

“Perjalanan Laksamana Cheng Ho itu kan dulu terkait agama dan kebudayaan. Maka terkait (wisata budaya) kemaritiman, (dipilih) jalur Laksamana Cheng Ho ini,” kata Arief.

Menurut Menpar, sejauh ini potensi wisata kemaritiman di Indonesia baru menyumbang 10 persen. Padahal negara tetangga seperti Malaysia yang lautnya tak seberapa luas, malah mampu menyumbang 40 persen. Karena itu, bekas CEO PT Telkom Indonesia itu sepakat untuk mengemas wisata jejak pelayaran Cheng Ho untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin, terutama dari Tiongkok.

“Kita sudah bicara dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, dan Atase mereka di sini setuju dibangun Cheng Ho, karena Cheng Ho sangat dihormati di Tiongkok,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo mengatakan rencana menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia didukung penuh oleh Pemprov Kepri. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah mendorong objek wisata tematik jalur pelayaran Cheng Ho dijadikan sebagai salah satu ikon wisata sejarah di Kepri.

Soerya menambahkan, peluncuran Jalur Samudera Cheng Ho di Batam merupakan strategi untuk mempercantik kawasan wisata sekaligus menambah varian destinasi wisata di Kepri.

“Tentu juga akan menjadi daya tarik baru, terutama bagi wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Batam dan Kepri,” terang Soerya yang juga Ketua Panitia Peluncuran Jalur Samudera Cheng Ho di Batam.

Wagub juga berharap agar dibukanya tujuan wisata baru itu mampu memberi efek positif bagi perekonomian masyarakat terutama dari kedatangan wisatawan asing ke Batam maupun daerah lain di Kepri, karena para wisatawan yang datang akan turut membelanjakan uangnya di sekitar lokasi wisata tersebut. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar