Bangun Kios di Median Jalan Denda Rp1,5 Miliar

154
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kepala Dinas Tata Kota Pemko Batam, Gintoyono menyebutkan setiap aksi pembangunan yang memanfaatkan median jalan, taman kota atau pun lahan hijau untuk berbisnis akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp1,5 miliar.

”Sanksinya tak main-main, kurungan penjara hingga 18 bulan dan denda maksimal Rp1,5 miliar,” ujar Gintoyono ketika ditemui, Minggu (22/2).

Dia mengatakan, kawasan median jalan di Jodoh dan Nagoya yang sudah terlanjur digunakan untuk tempat lapak berjualan memang sulit ditertibkan. Namun pemerintah punya kewenangan penuh untuk menggusurnya seandainya jalan di kawasan itu nantinya akan dilakukan perluasan jalan atau sarana pendukung jalan.

Sementara pemanfaatan lahan penyangga atau buffer zone, sambung Gintoyono, juga banyak yang salah pemanfaatannya dengan mendirikan bangunan permanen seperti lapak atau kios. Padahal, kawasan buffer zone seharusnya tak boleh ada bangunan di atas tanah tersebut. ”Dampaknya pasti terhadap lingkungan,” ujarnya.

Misalnya, kata Gintoyono, harusnya lahan penyangga bisa untuk menyerap atau menyaring udara sebelum masuk ke kawasan pemukiman, karena berdiri padat bangunan di lahan penyangga, tak akan mampu udara tersaring di lahan buffer zone.

Begitu juga penyerapan air bisa tertampung di lahan buffer zone oleh banyaknya pohon yang berdiri atau taman yang berdiri di buffer zone, karena sudah difungsikan sebagai tempat atau kios permanen, maka air hujan tak akan mampu terserap di lahan buffer zone. (gas)

Respon Anda?

komentar