Pantun Lobi Wagub Kepri untuk Pak Menteri

294
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, tampil beda dan memukau banyak orang ketika menunjukkan kepiawaian melobi pemerintah pusat untuk memajukan pariwisata Kepri. Jika pejabat lainnya melobi dengan presentasi, Soerya cukup dengan berpantun. Di hadapan Menteri Koordinator Kemaritiman  Dwisuryo Indriyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Soerya menyajikan beberapa bait pantun.

color
“Saya tidak ingin berpidato hari ini. Saya ingin menyampaikan pesan dengan pantun saja,” kata Soerya memulai pidato di acara peluncuran Youth, Women, Nitizen Creating Wonderful Kepri (CWK) di Lapangan Engku Putri, Sabtu (21/2).

  • Apa tanda orang terpandang
  • Pemikirannya selalu cemerlang.
  • Apa tanda pariwisata Kepri bakal berkembang
  • Pak Arief Yahya (menpar) sebulan sudah dua kali datang.

Tak hanya sampai di situ, mantan Ketua DPRD Batam ini pun melanjutkan pantunnya.

  • Kalau hendak banyak berteman
  • Janganlah suka mencari lawan.
  • Kalau Menko Maritim sudah turun tangan
  • Wisata bahari Kepri pun punya masa depan.

Pantun berbeda juga dibawakan Soerya saat membuka acara.

  • Kancing bermotif si anting putri
  • Menjadi hiasan penjepit dasi.
  • Launching Creating Wonderful Kepri
  • Babak baru strategi promosi.

Mendapat pantun bertubi-tubi, Menpar pun berjanji memberikan perhatian khusus kepada Kepri. Apalagi saat ini Kepri menjadi Provinsi ketiga dengan jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) terbanyak setelah Bali dan Jakarta.

“Untuk tahun ini, pemerintah akan mengalokasikan Rp 100 miliar ke Kepri untuk pariwisatanya,” kata Arief.

Dengan topangan dana sebesar itu, Menpar optimistis target kunjungan wisman 2,5 juta orang ke Kepri di tahun ini akan tercapai.

“Bali sekitar 3,3 juta wisman, Jakarta 2,7 Juta. Nah untuk Kepri, kita naikkan targetnya menjadi 2,5 juta,” harapnya.

Industri pariwisata sendiri tidak boleh dipandang sebelah mata. Arief mencontohkan bahwa kiblat perekonomian Korea Selatan mulai berubah ke arah industri pariwisata.

“Di Korea, industri pariwisata bahkan sudah mengalahkan industri manufaktur. Indonesia ini sangat kaya akan budaya dan inilah yang dapat dijual untuk industri pariwisata,” pungkasnya. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar