Ternyata Kios Ilegal Itu Dibekingi Oknum Ormas

210
Pesona Indonesia

batampos.co.id– Kawasan zona penyangga (buffer zone) atau median jalan, serta lahan kosong di tepi jalan banyak dimanfaatkan membangun kios. Bahkan, sekelompok warga maupun pedagang berani mendirikan kios-kios ilegal, karena dibekingi oknum-oknum anggota salah satu Ormas (organisasi kemasyarakatan) di Batam.

Salah satu kawasan kios Ilegal di Jodoh. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Salah satu kawasan kios Ilegal di Jodoh.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Penelusuran batampos.co.id, mendapati pengakuan seseorang yang nekat memanfaatan lahan buffer zone mendirikan kios untuk disewakan kepada pedagang. Dia mendapatkan HPL (hak pengelolahan lahan) di atas lahan buffer zone itu, karena dibekingi oknum anggota ormas.

”Iya, itu sebenarnya bukan kami yang kantongi izin HPL dari BP Batam. Kami hanya membantu orang yang mengantongi izin itu untuk mengawasi pembangunan disini (kawasan lahan median jalan dan buffer zone di daerah Tiban),” ujar Ro, penjaga kawasan tersebut.

Tak itu saja. Ternyata selama ini lahan kosong yang berada di pinggir jalan raya ataupun lahan penyangga oleh beberapa oknum yang mengaku sebagai pengurus salah satu Ormas dianggap sebagai lahan untuk berbisnis atau mencari keuntungan finansial.

Seperti misalnya, lahan yang dijadikan rebutan untuk masalah parkir di kawasan Nagoya maupun Jodoh. Tak hanya satu atau dua oknum yang mengaku sebagai pengurus salah satu Ormas, yang mengklaim memiliki kewenangan memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan yang digunakan untuk tempat parkir.
Mn, pengurus salah satu Ormas menunjukkan titik-titik mana saja yang harusnya median jalan ataupun buffer zone, sudah beralih fungsi sebagai lahan parkir atau sudah berdiri bangunan permanen seperti kios.

”Di Nagoya dan Jodoh, sudah tak terhitung lagi jumlah banda jalan yang digunakan untuk lahan parkir di kawasan pertokoan. Tapi aman-aman saja,” kata Mn.

Tak hanya di Jodoh dan Nagoya, Mn juga menyebut di kawasan Tiban cukup banyak lahan yang harusnya untuk jalan, tapi disulap jadi lahan parkir ataupun untuk pusat kegiatan berniaga. Bahkan Mn menyebut salah satu titik jalan yang berada di kawasan Tiban Indah ataupun Tiban McDermott.

Menurutnya, dalan Undang Undang Nomor 34 Tahun 2006 tentang jalan semua sudah ditegaskan bahwa fungsi lahan di pinggir jalan atau median jalan hanya untuk kepentingan jalan dan sarana utilitas. Di luar itu dilarang keras memanfaatkan lahan median jalan. (gas)

Respon Anda?

komentar