Bawa Septi KDI, Wakil Wali Kota Roadshow ke Belakangpadang

180
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Menjelang empat tahun kepemimpinannya sebagai Wakil Wali Kota Batam, Rudi menggelar roadshow silaturahmi bersama tokoh masyarakat di 12 kecamatan Kota Batam. Rudi mengatakan silaturahmi ini sebenarnya sudah beberapa kali dilaksanakan.

Wakil Wali Kota Batam, Rudi membeli bakso goreng di sela-sela roadshow di Kecamatan Belakangpadang, Minggu (22/2) malam. Foto: Muhammad Tahang/Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam, Rudi membeli bakso goreng di sela-sela roadshow di Kecamatan Belakangpadang, Minggu (22/2) malam.
Foto: Muhammad Tahang/Batam Pos

”Kali ini saya bawa Septi KDI. Tiga bulan lalu saya mengundang Rhoma Irama. Nanti rencananya saya akan undang Soneta untuk tampil dua kali di Batam, jadi tidak per kecamatan. Dan Band Wali juga dua kali. Jadi saya undang Bapak Ibu untuk ramai-ramai ke Batam nanti,” kata Rudi saat menghadiri silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Belakangpadang, Minggu (22/2) malam.

Pada kesempatan tersebut, Rudi secara resmi mengumumkan rencananya untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam yang akan dihelat Desember 2015 mendatang.

”Sudah disepakati di rapat partai, Pak Dahlan (Wali Kota Batam) diminta maju sebagai Wakil Gubernur mendampingi Pak Sani (Gubernur Kepri). Sedangkan saya diminta maju dalam Pilwako Batam,” tuturnya di hadapan ratusan warga.

Ia mengakui selama empat tahun kepemimpinan Dahlan-Rudi, banyak kekurangan yang dilakukan. Dan ia berharap dapat memperbaikinya bila kelak diberi kepercayaan untuk memimpin Batam sebagai Walikota.

Beberapa kebijakan yang dilakukan Pemko Batam di tahun 2015 ini antara lain membayarkan biaya penerbitan 700 sertifikat pertanahan untuk warga.

”Ini sedang diverifikasi. Mudah-mudahan yang di Belakangpadang ada yang dapat,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan lain yang dilaksanakan di 2015 ini antara lain menggratiskan seluruh biaya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dan pengurusan berkas hingga perekaman data KTP-elektronik sudah diserahkan ke kantor-kantor kecamatan.

”Dulu KTP paling enak buat di Belakangpadang, KTP tembak. Saya mohon tidak ada lagi KTP tembak. Untuk bapak ibu yang asli sini, yang sudah tua, saya sudah pesankan supaya dibantu sepenuhnya, dokumen awal dimudahkan, tak boleh diminta Rp 1 pun. Kalau ada yang minta, SMS saya,” tegas Rudi.

Ia menjelaskan bahwa saat ini KTP sudah berlaku seumur hidup, selama tidak ada perubahan data pribadi. Jadi masyarakat tak perlu lagi memperbarui KTP setiap lima tahun sekali.

”Selagi kita hidup, KTP hidup. Buat yang KTP-nya masih ada masa berlaku, segera ganti, nggak pakai bayar lagi. Kalau ada saudara yang datang dari luar Batam mau buat KTP, minta surat pindahnya. Kalau buat KTP tembak, nanti bermasalah bapak ibu,” kata Rudi mengingatkan kembali. (mta)

Respon Anda?

komentar