Produksi Film BNI: Diperankan Anak Batam, Dilatih Sineas Nasional

260
Pesona Indonesia

Bank Negara Indonesia (BNI) bekerja sama sutradara atau sineas nasional, Heru memproduksi film sekaligus membentuk komunitas produksi film yang diberi nama My First Movie Kota Batam.

 

Heru bersama sejumlah jajaran dari BNI pusat selaku sponsor utama, berencana berkeliling di 18 kota di Indonesia termasuk Kota Batam untuk membentuk komunitas produksi film yang diberi nama My Fist Movie.

”Tak hanya membentuk komunitas perfilman di tingkat awal atau junior. Kami datang sekaligus membuat film pendek di masing-masing kota yang kami kunjungi. Di masing-masing kota akan membuat dua film pendek berdurasi 9 atau 10 menit,” ujar Heru kepada Batam Pos.

Kota Batam merupakan kota ke-10 yang dikunjunginya. Tujuan utamanya membentuk komunitas perfilman agar dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang perfilman di Indonesia.

”Bersyukur karena di Batam 100 persen kami mampu mendidik anak-anak Batam untuk bisa membuat dua film di awal pertemuan ini,” terang Heru.

Menurut Heru, dalam pembuatan film dan pembentukan komunitas perfilman My First Movie di Batam, semua pemain-pemain yang dilibatkan adalah anak-anak Batam dari kalangan mahasiswa dan pelajar setingkat SMA/SMK. Jumlahnya ada 16 orang.

”Kami melakukan latihan ke anak-anak selama 12 hari sekaligus pembuatan film. Tentunya, bagi anak-anak Batam ini pengalaman pertama mereka membuat film serta mengetahui seluk beluk perfilman,” ujarnya.

Selama 12 hari anak Batam mampu mengahasilkan dua film yang cukup bagus karena tak kalah dengan produksi kota lain yang sudah dikunjungi. Mereka punya starting yang bagus dan punya semangat ingin maju dalam dunia perfilman. Antusiasme dan semangat mereka untuk belajar juga sangat tinggi.

Siska, koordinator komunitas My First Movie Batam mengatakan tak ada kendala yang berat selama proses pembuatan film serta perekrutan atau pemilihan anak untuk masuk di komunitas My First Movie Batam.

”Sebenarnya banyak sekali anak-anak yang berminat bergabung dengan kami. Namun karena terbentur dengan ujian sekolah atau pemantapan seperti UAS, maka kami mengambil dari kalangan mahasiswa. Sedangkan dari anak-anak SMA/SMK hanya sebagian saja,” terang Siska.

Manfaat yang dirasakan bergabung menjadi anggota My First Movie Kota Batam bagi anak-anak, menurut Siska, sangat banyak. ”Dengan film kami yakin akan mampu mempromosikan Kepri khususnya Kota Batam kepada daerah lain di Indonesia,” ujar Siska mengakhiri.

Sementara itu, BNI selaku sponsor utama dalam proyek ini, memberikan bantuan berupa alat untuk pembuatan film seperti kamera, soundsytem, perlengkapan pendukung lainnya. Dia menargetkan dalam tiga bulan ke depan dari 18 kota yang dikunjungi tersebut mampu menghasilkan dua film pendek. (Galih Adi Saputro

Respon Anda?

komentar