Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Marak, Wali Kota Salahkan Bapedalda Terlalu Lemah

236
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Aktivitas penambangan pasir darat ilegal kian marak, terutama di kawasan Batubesar. Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan menuding jajarannya di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) lemah dalam menindak tegas para penambang serta cukongnya.

”Ya selama ini yang diproses hanya penambangnya. Jadi saya berharap Bapedalda konsisten tanpa pandang bulu,” ujar Wali Kota Batam, Selasa (24/2).

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apapun kepada masyarakat untuk menambang pasir darat. ”Saya tidak pernah memberikan rekomendasi,” katanya.

Kebijakan Pemko Batam, kata dia, tidak pernah melegalkan penambangan pasir di Batam. Karenanya, kebutuhan pasir di Batam diambil dari Karimun dan Bintan. Namun itu tidak berjalan lagi, penadah memilih untuk membeli di penambang ilegal karena harganya lebih murah.

Bapedalda selama kurun waktu tahun 2014, hanya menangani beberapa kasus penambangan pasir darat ilegal hingga kejaksaan. Itupun penanganannya hanya sebatas kepada pelaku, tak berkembang kepada penadah hasil penambangan pasir ilegal tersebut.

”Nanti harus di proses hukum semua pelakunya,” ungkap Dahlan di temui di Nongsa.
Dahlan menyadari, penanganan pasir ilegal bukan hanya di hulu, namun juga di hilir. ”Harus dibendung di hilir atau penadah, sehingga penambangan bisa berhenti,” jelasnya.

Untuk pemberantasan penambangan pasir ilegal ini, Dahlan mengaku akan rapatkan kembali dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD. ”Langkah teknis apa yang akan diambil. Bukan kebijakan, karena kebijakan kami sudah jelas,” ujar Dahlan. (hgt)

Respon Anda?

komentar