Pasien BPJS Bebas Tentukan Rumah Sakit Rujukan

1606
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi mengatakan masyarakat penerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang merupakan migrasi dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bebas menentukan rumah sakit (RS) rujukan yang bekerja sama dengan BPJS di seluruh Batam.

Wawako Rudi menyerahkan kartu BPJS secata simbolis kepada warga Bengkong, Kamis (26/2). Foto: ist
Wawako Rudi menyerahkan kartu BPJS secata simbolis kepada warga Bengkong, Kamis (26/2).
Foto: ist

”Sekarang ini, ada tujuh rumah sakit di Kota Batam yang bisa dilakukan rujukan, dan semuanya melayani pasien BPJS,” ujar Rudi saat penyerahan kartu BPJS secara simbolis pada masyarakat Bengkong, Kamis (26/2).

Tujuh rumah sakit itu, yakni RS Awal Bros Batam (RSAB), RS Elisabeth, RS Aini, RS Otorita Batam (RSOB), RSUD Embung Fatimah, RS Budi Kemuliaan, dan RS Casa Medika.

Dengan sistem rujukan regional, kata Rudi, akan memberikan kemudahan pasien untuk dirujuk di RS yang terdekat dengan kediaman mereka.

Artinya, sambungnya, pasien yang datang berobat ke Puskesmas dan tidak bisa ditangani Puskesmas bisa dirujuk ke RS terdekat. ”Untuk penentuan RS itu sendiri diberikan kebebasan kepada pasien yang akan dirujuk,” terang Rudi.

Meski bebas menentukan, namun masyarakat juga diminta untuk tidak memaksakan dirujuk hanya ke satu rumah sakit tertentu saja, terlebih jika itu RS swasta. Pasalnya, keanggotaan RS swasta dalam kerja sama dengan BPJS hanya bersifat suka rela sehingga membatasi jumlah pasien BPJS berdasar kuota.

Sedangkan RS pemerintah seperti RSUD Embung Fatimah dan RSOB, diwajibkan menerima seluruh pasien BPJS, kecuali dalam kondisi yang tak memungkinkan seperti tempat tidur pasien sudah penuh.

Lebih lanjut, terkait adanya masyarakat yang belum semua masuk dalam pendataan BPJS, Rudi menjelaskan kendala yang dihadapi, antara lain identitas ganda, tidak adanya nomor induk kependudukan (NIK) dan kendala administrasi lainnya yang tak lengkap.

”BPJS bukan di bawah instansi Pemerintah Kota (Pemko) Batam, tugas Pemko Batam hanyalah membayarkan (premi) asuransinya saja,” bebernya. (rna)

Respon Anda?

komentar